Sekda Jateng Diperiksa Kejati Jateng Terkait Pengadaan Program Smart TV Program Digitalisasi Prabowo
Kejati mengaku sedang melakukan penyelidikan terkait pengadaan Interactive Flat Panel tahun 2024 yang dilaksanakan di sejumlah daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno dimintai keterangan saksi oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Pemeriksaan selama kurang lebih satu jam untuk memberikan penjelasan kepada penyelidik terkait program pengadaan perangkat Smart Classroom berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau Smart TV.
"Benar Pak sekda hanya dimintai keterangan terkait kegiatan tersebut prosesnya seperti apa karena memang kita sedang melakukan penyelidikan," kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng, Ade Hermawan, Senin (16/3).
Pemanggilan tersebut hanya sebatas permintaan keterangan awal. Pihaknya mengungkap sedang melakukan penyelidikan terkait pengadaan Interactive Flat Panel tahun 2024 yang dilaksanakan di sejumlah daerah.
"Kita masih menelusuri proses pelaksanaan kegiatan tersebut secara menyeluruh di 13 Kabupaten/kota. Penelusuran dilakukan untuk mengetahui bagaimana mekanisme pengadaan serta memastikan apakah terdapat indikasi pelanggaran atau tidak," ungkapnya.
Hingga saat ini baru Sekda Jateng yang dimintai keterangan oleh penyelidik. Adapun, pejabat dari 13 kabupaten/kota terkait, sementara ini belum dipanggil. Ditanya pejabat yang nantinya akan dimintai keterangan, ia tidak menjelaskan, namun pejabat yang turut dimintai keterangan adalah Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.
"Nanti juga 13 kabupaten kota itu juga dilayangkan pemanggilan. Ketika diumumkan oleh penyelidik, tentu kita minta keterangan," jelasnya.
Kata Sekda Usai Diperiksa
Sementara itu, Sekda Jateng Sumarno mengatakan kehadirannya untuk memberikan klarifikasi terkait bantuan keuangan kepada kabupaten/kota yang berkaitan dengan program tersebut. Soal pertanyaan yang diajukan masih bersifat umum dan belum mengarah pada indikasi tertentu.
Smart TV untuk Sekolah
"Hanya konfirmasi soal bantuan keuangan kabupaten kota. Tapi secara lebih rinci belum tau ada (indikasi apa), ini masih seputar pertanyaan saja," kata dia.
Diketahui, Program pengadaan tersebut berkaitan dengan perangkat Smart Classroom berupa Smart TV berukuran besar yang diperuntukkan bagi sekolah-sekolah. Kegitan itu, merupakan program digitalisasi pendidikan pemerintah Prabowo-Gibran, yang menargetkan ratusan ribu sekolah di Indonesia dengan anggaran triliun rupiah.