Satu Bulan Melawan Bisa Ular Weling, Bocah Rafa Akhirnya Meninggal Dunia
"Benar, meninggal dini hari tadi," kata Humas RSUP Dr Kariadi, Aditya Kandu Warenda, Minggu (20/7).
Kabar duka menimpa bocah asal Pekalongan, Rafa (11) meninggal dunia sesudah sebulan dirawat di RSUP Dr Kariadi Kota Semarang. Dia meninggal Minggu 20 Juli 2025 pukul 00.30 WIB setelah berjuang melawan bisa ular weling.
"Benar, meninggal dini hari tadi," kata Humas RSUP Dr Kariadi, Aditya Kandu Warenda, Minggu (20/7).
Saat ini Rafa sudah dibawa pihak keluarga menuju kediamannya. "Sudah dibawa ke rumah duka tadi info dari petugas yang nangani," ungkapnya.
Kondisi Rafa sempat memburuk sejak dibawa ke RSUP Dr Kariadi pada Rabu (9/7) kondisi Rafa sudah mengalami penurunan hingga akhirnya meninggal.
"Iya, memang ketika dihantarkan ke IGD tanggal 9 Juli 2025 memang sudah perburukan kesehatan," ujarnya.
Digigit saat Lagi Tidur
Kisah Rafa digigit ular saat sedang tidur di rumahnya pada Senin (16/6) pukul 04.00 WIB. Hal itu diketahui ibunya ketika melihat ular melewatinya.
Sempat dibawa ke mantri kesehatan, Rafa kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen Senin pagi. Saat itu, RSUD memberikannya suntikan dan oksigen selama sekitar 45 menit.
RS menganggap pasien kondisinya aman sehingga bisa dilakukan rawat jalan.Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, mengatakan, kondisi pasien ureum kreatinin dalam kondisi tinggi.
Hal ini sebagai indikasi fungsi ginjal yang belum baik. Maka dilakukan sejumlah tindakan untuk penyembuhan. Termasuk menyuntikkan antivenom dan pemulihan organ-organ vital.
Keracunan Tinggi
Yunita mengatakan, penanganan yang dilakukan lainnya adalah pemulihan kesadaran pasien. Harapannya, segera sadar dan ada progres signifikan dalam proses penyembuhan.
"Saat datang, ureum kreatinin tinggi kemudian segera dilakukan tindakan. Ini penanganan untuk pemulihan kesadaran dan fungsi-fungsi vitalnya," ujarnya.
Bagi siapapun yang terkena gigitan ular, maka harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan (faskes) atau rumah sakit. Tak berhenti di situ, saat periksa harus menjelaskan bagaimana kronologi secara lengkap dan kondisi korban.
Terlebih lagi jika yang terkena gigitan adalah anak-anak, maka orang tua harus mendampingi dan memberikan penjelasan itu pada dokter atau perawat.