Revitalisasi Sungai Tercemar Pakai Eco Enzyme, Manfaatkan Limbah Sayur dan Kulit Buah
Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri oleh The Flavor Bliss Alam Sutera menggunakan limbah sayur dan kulit buah.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada tahun lalu merilis hasil pemantauan mutu air sungai di Indonesia. Data mengejutkan menunjukkan bahwa mayoritas air sungai berada dalam kondisi tercemar. Ini menjadi perhatian serius bagi kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan temuan ini dalam peringatan Hari Sungai Sedunia 2025 di Jakarta. Hasil pemantauan semester I tahun 2025 mencakup 4.480 lokasi di 1.480 sungai. Kondisi ini memerlukan tindakan cepat dari berbagai pihak terkait.
Sebanyak 70,70 persen lokasi sungai teridentifikasi tercemar sedang. Hanya 29,3 persen yang memenuhi baku mutu, umumnya di daerah hulu sungai. Ini menunjukkan skala permasalahan yang sangat besar dan mendesak.
Melihat fakta ini, PT Alam Sutera Realty Tbk melalui The Flavor Bliss Alam Sutera menyumbangkan 7.000 liter Eco Enzyme kepada Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI). Kegiatan penuangan Eco Enzyme di Kawasan Sungai Jeletreng aliran Cisadane ini dilakukan secara bertahap sesuai tata laksana kebutuhan ekologi Sungai pada Minggu, 8 Maret 2026.
Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri oleh The Flavor Bliss Alam Sutera menggunakan limbah sayur dan kulit buah dari Flavor Bliss dan Pasar 8 ini, merupakan komitmen Alam Sutera untuk menciptakan kawasan lingkungan hidup yang berkelanjutan serta mendukung waste management.
Revitalisasi Ekosistem Sungai
Langkah penuangan Eco Enzyme ke aliran Sungai Cisadane ini diharapkan mampu merevitalisasi ekosistem sungai yang sempat tercemar serta meningkatkan kualitas air sungai sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Kegiata ini bahkan mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai giat lingkungan melalui penuangan Eco Enzyme terbanyak di satu aliran sungai.
"Giat produksi Eco Enzyme secara mandiri ini merupakan salah satu program serta komitmen Alam Sutera untuk terus menghadirkan kawasan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Dengan aksi nyata penuangan Ecoenzyme di kawasan sungai Jeletreng aliran Cisadane, diharapkan dapat merevitalisasi ekosistem sungai yang sempat tercemar, serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang masih memanfaatkan aliran Sungai Cisadane untuk kehidupan sehari-hari," ujar Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk, Andre Simandjaja.
Momentum ini tidak hanya menjadi suatu wujud Alam Sutera Group secara konsisten mengadakan program tanggung jawab sosial yang memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan.