Transformasi Ajaib: DKI Ubah Sungai Jakarta Jadi Ruang Publik & Wisata, Kapan Rampung?

Pemprov DKI Jakarta gencar melakukan penataan sungai Jakarta, mengubahnya dari sekadar saluran air menjadi ruang publik dan wisata. Simak target rampung dan upaya kolaborasi!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Transformasi Ajaib: DKI Ubah Sungai Jakarta Jadi Ruang Publik & Wisata, Kapan Rampung?
Pemprov DKI Jakarta gencar melakukan penataan sungai Jakarta, mengubahnya dari sekadar saluran air menjadi ruang publik dan wisata. Simak target rampung dan upaya kolaborasi! (Merdeka.com)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang gencar melakukan penataan kawasan sungai di ibu kota. Inisiatif ini bertujuan untuk mentransformasi fungsi sungai, yang sebelumnya hanya sebagai saluran air, menjadi ruang publik yang multifungsi.

Perubahan ini diharapkan dapat mendukung berbagai aktivitas seperti wisata dan edukasi lingkungan bagi masyarakat luas. Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, menegaskan bahwa penataan sungai merupakan prioritas utama Pemprov DKI.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan daya tarik kota serta memperbaiki kualitas lingkungan hidup warga. Salah satu fokus utama adalah penataan Banjir Kanal Barat (BKB) yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026, menunjukkan komitmen Pemprov dalam mewujudkan visi ini.

Penataan sungai di Jakarta bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan sebuah visi besar untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap sungai. Pemprov DKI Jakarta berambisi menjadikan sungai sebagai bagian integral dari kehidupan perkotaan yang positif dan berkelanjutan.

Afan Adriansyah Idris menyatakan, "Beberapa waktu lalu, Bapak Gubernur telah melakukan susur sungai sebagai bagian dari evaluasi lapangan." Ini menunjukkan keseriusan Pemprov dalam memantau langsung progres dan tantangan di lapangan.

Dengan penataan ini, sungai diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga sebagai pusat rekreasi, edukasi, dan interaksi sosial. Proyek penataan Banjir Kanal Barat (BKB) menjadi contoh konkret dari upaya ini, dengan target penyelesaian yang ambisius pada tahun 2026.

Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas hidup warga Jakarta sekaligus mendukung pelestarian lingkungan perkotaan. Sungai yang bersih dan tertata akan menjadi aset berharga bagi kota metropolitan ini.

Keberhasilan program penataan sungai Jakarta tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah. Afan Adriansyah Idris menekankan bahwa keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan program ini.

"Mari kita mulai dari hal kecil, seperti menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan. Sungai bersih adalah tanggung jawab bersama," ujarnya. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya kesadaran kolektif dalam merawat lingkungan.

Untuk memperkenalkan sungai sebagai ruang rekreasi dan edukasi yang menyenangkan, Pemprov DKI akan menggelar "Festival Parade Perahu Cinta Lingkungan" (Cilung) pada tahun 2025. Festival ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian masyarakat terhadap sungai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menambahkan, "Antusiasme masyarakat yang hadir hari ini membuktikan bahwa mereka ingin terlibat langsung dalam menjaga sungai." Ini adalah indikator positif bahwa masyarakat siap berpartisipasi dalam upaya menjaga kebersihan sungai.

Pemprov DKI Jakarta telah menjalankan berbagai langkah konkret untuk mengurangi pencemaran sungai di ibu kota. Upaya ini mencakup pembersihan rutin 13 sungai besar yang melintasi wilayah Jakarta, memastikan aliran air tetap lancar dan bersih.

Selain itu, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik dan terpadu terus digalakkan. Program Jakarta Sewerage System juga menjadi prioritas untuk mengelola limbah rumah tangga secara lebih efektif, mencegah pembuangan langsung ke sungai.

Namun, semua upaya ini tidak akan maksimal tanpa kesadaran dan partisipasi aktif dari warga. Asep Kuswanto mengimbau, "Kami mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah dan tidak membuang limbah rumah tangga maupun industri ke sungai."

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Pemprov dalam menjaga kualitas air sungai. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan sungai-sungai di Jakarta dapat kembali bersih dan berfungsi optimal sebagai bagian dari ekosistem kota.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi