Respons Desakan Keluarga, Polisi Ungkap Sudah Periksa Sopir Taksi dan Dua Orang Ditemui Arya Daru di GI
Polda Metro Jaya telah memeriksa 24 saksi terkait kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan.
Polda Metro Jaya telah memeriksa 24 saksi terkait kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan alias ADP (39). Salah satu saksi itu yakni sopir taksi mengantarkan korban sebelum meninggal dunia.
Bahkan, nomor taksi yang mengantarkan Arya Daru saat itu disebutkan polisi. Selain sopir taksi, kepolisian juga telah memeriksa saksi Wanita Verra alias V dan juga pria berinisial D yang ditemui Arya Daru di Grand Indonesia sesaat sebelum kematian.
"Ya 24 saksi tersebut sudah masuk dengan inisial V dan dengan inisial D, kemudian dari 24 saksi tersebut juga sudah termasuk Bapak Direktur Reserse kriminal Umum juga sudah menyampaikan termasuk sopir taksi salah satu taksi yang ada di Jakarta dengan salah satu brand ya," kata Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/10).
Desakan Keluarga Arya Daru
Sebelumnya, pengacara keluarga Arya Daru Pangayunan (39), Nicholay Aprilindo menyampaikan sejumlah catatan atas kematian Arya Daru. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Nicholay mengatakan, dalam kematian Arya Daru pihaknya memiliki landasan pada hasil pemeriksaan psikologi forensik yang dikatakan bahwa kejadian tersebut harus ditindaklanjuti.
"Kalimatnya mengatakan bahwa meski penyebab kematian Daru sudah mengarah pada cara kematian tertentu, tapi diagnosis mental dan dinamika psikososial Daru perlu digali dan dianalisis lebih mendalam dengan melakukan wawancara kepada pihak-pihak yang secara signifikan dapat menggambarkan diri Daru," kata Nicholay di Jakarta, Selasa (30/9).
Kemudian Nicholay juga meminta dianalisis lebih lanjut terhadap barang pribadi seperti laptop, handphone sehari-hari digunakan Arya Daru.
"Seperti orang tua dan rekan kerja di bagian yang sama, analisis lebih lanjut terhadap barang pribadi seperti laptop, handphone yang sehari-hari digunakan perlu dilakukan," ujar dia.
Desakan barang Arya Daru dianalisis lantaran hingga saat ini handphone sehari-hari digunakan diplomat muda Kemenlu itu belum juga ditemukan kepolisian.
"Namun sampai laporan ini disusun, orang tua dan rekan kerja Daru belum dapat ditemui karena masih dalam keadaan berduka. Handphone yang sehari-hari digunakan juga belum ditemukan keberadaannya, sehingga semakin sulit untuk mendapatkan gambaran yang lebih definitif terkait diagnosis kesehatan mental Arya Daru," kata Nicholay.