Ramai-Ramai Warga Wonogiri Tolak Proyek Pabrik Semen Seluas 309,43 Hektar
Ada ribuan warga Pracimantoro yang terdampak proyek pabrik semen. Warga terdampak berasal dari sembilan dusun.
Ribuan warga Wonogiri mendesak Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Jawa Tengah mengkaji ulang proyek pabrik semen dan tambang batu gamping di wilayahnya. Sebab, mereka merasa tidak dilibatkan dalam proses penyusunan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan menuntut pencabutan Amdal tersebut.
Warga Dusun Pelem, Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro, Ahmad Nur menyayangkan ulah DLHK yang memberikan kajian Amdal kepada dua perusahaan pendiri pabrik semen yakni PT Anugerah Andalan Asia (AAA) dan PT Sewu Surya Sejati (SSS).
"Lokasi proyeknya masuk karst Gunung Sewu berbatasan Gunungkidul dan Pacitan. Kami minta izin AMDALnya digagalkan sebab banyak warga yang terdampak," kata Ahmad, Senin (2/6).
Dia heran masih ada investor yang nekat membangun pabrik semen di desanya. Walaupun Gunung Sewu terdiri dari bebatuan kapur akan tetapi desanya tergolong masih subur. Diketahui lahan sawah Desa Watangrejo masih bisa ditanami padi, jagung, dan tanaman sejenisnya.
"Kemudian pada wilayah perbukitan juga masih bercokol tanaman-tanaman keras macam jati dan trembesi," ujar warga Dusun Pelem.
Ribuan Warga Terdampak
Diperkirakan pembangunan pabrik semen berdampak pada banyak warga. Efek pembangunannya yang menyasar wilayah lainnya di Dusun Kemasan, Dusun Nglancing hingga Dusun Ngelorejo.
"Yang kena dampak proyeknya kurang lebih 300 KK," ungkapnya.
Pendamping Paguyuban Tali Jiwo, suryanto Permen mengatakan, meski Kepala DLHK Jateng Widi Hartanto menemui pihaknya sebagai pendamping korban proyek pabrik semen, tetapi yang bersangkutan berusaha membatasi sesi dialog.
"Hari ini DLHK menerima kami tapi aspek yang kita bahas sangat kurang. Kita sangat kecewa waktunya tidak cukup untuk menyampaikan kajian kami. DLHK terlihat sangat antisipatif dan seolah argumentasi kami dimentahkan. Tadi kita belum sampaikan masalah hukum sampai bedah Amdal juga tidak jadi disampaikan semua. Nyatanya mereka tidak menanggapi menyeluruh," kata dia.
Dia mencatat ada ribuan warga Pracimantoro yang terdampak proyek pabrik semen. Warga terdampak berasal dari sembilan dusun.
"Di radius beberapa kilo ada enam dusun yang terkena efek proyeknya. Lalu yang dekat proyeknya ada tiga dusun. Di sana ada ribuan KK," ungkapnya.
Kepala DLHK Jateng Widi Hartanto saat ditemui usai audiensi dengan Paguyuban Tali Jiwo beralasan warga Pracimantoro menolak pabrik semen karena kurang sosialisasi.
"Dari warga menyatakan ketidaksetujuan terhadap pembangunan pabrik semen di Pracimantoro. Dari pabrik kurang sosialisasi. Aspirasi akan kami sampaikan setelah ada komunikasi dari pelaku usaha," kata Widi.
Terkait adanya persetujuan izin Amdal pabrik semen Wonogiri seluas 309,43 hektar lahan, setelah pemilik pabrik semen meminta izin kepada perwakilan warga Pracimantoro. Amdal juga diberikan sesuai tata ruang dan peruntukan lokasi yang disetujui oleh Pemkab Wonogiri.
"Termasuk tata cara menambang pakai zero run off agar air tidak lari kemana-mana. Dan sekarang ini proses Amdal sudah sesuai tata lokasi dan tata ruang," pungkasnya.