Puluhan Warga Mengungsi Akibat Banjir Makassar di Biringkanaya, BPBD Bergerak Cepat
Banjir Makassar melanda area Kodam III Biringkanaya, memaksa puluhan warga mengungsi. BPBD dan pemerintah setempat sigap mengevakuasi serta mendata korban, memastikan keselamatan menjadi prioritas utama.
Hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (10/1) malam menyebabkan luapan air dari hulu, memicu banjir di area Kodam III, Biringkanaya, Kota Makassar. Akibatnya, sebanyak 63 jiwa dari 17 Kepala Keluarga terpaksa mengungsi untuk mencari tempat yang lebih aman. Peristiwa ini mulai terpantau sejak pukul 22.13 Wita, Sabtu (10/1).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar segera merespons cepat potensi bencana ini. Mereka melakukan pemantauan langsung di titik rawan sejak malam hari. Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin masyarakat menunggu lama bantuan dari pemerintah.
Puluhan warga terdampak banjir kini mengungsi sementara di Kantor Kelurahan Katimbang. Data sementara menunjukkan pengungsi terdiri dari 21 laki-laki dewasa, 21 perempuan dewasa, 6 anak laki-laki, 5 anak perempuan, 6 balita laki-laki, dan 4 balita perempuan. Beruntung, tidak ada laporan bayi, lansia, ibu hamil, maupun penyandang disabilitas dalam data pengungsian tersebut.
Respons Cepat Penanganan Banjir Makassar
BPBD Kota Makassar menunjukkan kesigapan dalam penanganan awal bencana banjir yang melanda wilayah Biringkanaya. Sejak potensi luapan air terdeteksi, tim langsung diterjunkan ke lokasi untuk memantau situasi secara intensif. Fadli Tahar menegaskan prinsip kerja BPBD adalah memastikan kehadiran pemerintah saat masyarakat membutuhkan.
“Kami melakukan pemantauan langsung di titik rawan sejak malam hari. Prinsip kami jelas, masyarakat tidak menunggu lama bantuan dari pemerintah,” ujar Fadli Tahar di Makassar, Minggu. Fokus utama adalah keselamatan warga. BPBD memastikan setiap potensi bahaya direspons dengan cepat dan tepat.
Personel Regu 1 Posko Mulia Tamalanrea turut bersiaga dan memonitor perkembangan situasi di lapangan. Mereka terus melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan banjir dan genangan air, termasuk di wilayah Kodam, Kelurahan Katimbang. Kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi dan respons bencana.
Koordinasi Lintas Sektor dan Pendataan Warga Terdampak
Penanganan banjir di Biringkanaya melibatkan koordinasi erat antara berbagai pihak. Camat Biringkanaya, Juliaman, menjelaskan bahwa pihak kecamatan bersama kelurahan dan unsur kewilayahan telah mengambil langkah cepat. Mereka menyiapkan lokasi pengungsian yang aman bagi warga terdampak.
“Kantor Lurah Katimbang kami siapkan sebagai tempat pengungsian sementara yang aman,” kata Juliaman. Koordinasi juga dilakukan dengan BPBD dan Kampung Siaga Bencana (KSB) setempat. Tujuannya adalah memastikan warga pengungsi mendapatkan pelayanan yang layak dan kondisi tetap kondusif.
Proses pendataan warga yang mengungsi terus dilakukan secara berkelanjutan. Koordinator Data Pengungsian dari KSB Kelurahan Katimbang, Andi Mulyadi, menjelaskan pentingnya data yang akurat. Data ini bersifat dinamis dan terus diperbarui sesuai kondisi di lapangan. Hal ini memastikan penanganan dan bantuan bisa tepat sasaran.
Imbauan dan Kesiapsiagaan Berkelanjutan
BPBD Kota Makassar terus berkomitmen untuk bersiaga penuh selama 24 jam. Mereka berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi. Kesiapsiagaan ini menjadi krusial mengingat cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Masyarakat, terutama yang bermukim di wilayah rawan banjir, diimbau untuk tetap waspada. Penting bagi warga untuk selalu mengikuti arahan dari petugas penanggulangan bencana. Segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya. Langkah proaktif dari masyarakat sangat membantu upaya penanggulangan bencana.
Sumber: AntaraNews