Banjir Makassar Meluas, Ratusan Warga Mengungsi Akibat Curah Hujan Tinggi
Banjir Makassar terus meluas, menyebabkan ratusan warga mengungsi di lima titik. BPBD Makassar dan dinas terkait bersinergi tangani dampak hidrometeorologi, termasuk angin kencang, yang melanda kota ini.
Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menghadapi situasi darurat akibat banjir yang meluas, memaksa ratusan warga untuk mengungsi. Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama dua hari berturut-turut, pada 10-11 Januari 2025, menjadi pemicu utama meningkatnya luapan air di berbagai wilayah. Kondisi ini telah menyebabkan dampak signifikan, terutama di Kecamatan Biringkanaya, yang mengharuskan sebagian besar penduduk mencari tempat perlindungan yang lebih aman.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Fadli Tahir, mengonfirmasi bahwa jumlah pengungsi terus bertambah seiring dengan meningginya genangan air. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 97 Kepala Keluarga (KK) dengan total 356 jiwa telah dievakuasi dan ditempatkan di lima lokasi pengungsian yang telah disiapkan. Pihak berwenang terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan keselamatan warga dan penanganan bencana berjalan optimal.
Penanganan terhadap para pengungsi dilakukan secara sinergis oleh BPBD Kota Makassar bersama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan penyediaan kebutuhan dasar dan logistik yang memadai bagi seluruh pengungsi. Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar juga turut berperan aktif dalam memberikan layanan kesehatan dan memantau kondisi kesehatan para warga yang terdampak bencana.
Penanganan Darurat dan Sinergi Lintas Sektor
Dalam menghadapi krisis banjir ini, BPBD Kota Makassar telah mengintensifkan koordinasi lintas sektor untuk memastikan respons yang cepat dan terpadu. Sinergi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial untuk penyediaan logistik dan layanan sosial, serta Dinas Kesehatan untuk pemantauan dan penanganan medis bagi pengungsi. Upaya kolaboratif ini menjadi kunci dalam memastikan kebutuhan dasar dan kesehatan para korban banjir terpenuhi secara maksimal.
Fadli Tahir menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan lapangan secara berkala untuk mengevaluasi kondisi terkini dan mengidentifikasi area-area yang memerlukan perhatian khusus. Kesiapsiagaan personel juga ditingkatkan guna menghadapi potensi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem. Koordinasi yang kuat antarlembaga diharapkan dapat mempercepat proses penanganan bencana dan meminimalkan risiko yang mungkin timbul.
Fokus utama penanganan saat ini adalah keselamatan masyarakat, dengan memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan yang diperlukan. Langkah-langkah preventif juga terus disosialisasikan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Kesiapan tim reaksi cepat dan fasilitas pendukung menjadi prioritas dalam upaya mitigasi bencana di Kota Makassar.
Ancaman Hidrometeorologi Lain dan Imbauan Kewaspadaan
Selain banjir, Kota Makassar juga dihadapkan pada bencana hidrometeorologi lainnya, yaitu angin kencang. Kejadian ini dilaporkan terjadi di 29 titik lokasi berbeda, menyebabkan sejumlah pohon tumbang di ruas jalan dan kawasan permukiman warga. Dampak dari angin kencang ini juga mengakibatkan satu unit rumah warga mengalami kerusakan, menambah daftar kerugian akibat cuaca ekstrem.
Penanganan dampak angin kencang dan pohon tumbang dilakukan secara terpadu oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar. Tim ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta dukungan dari TNI/Polri dan pemerintah kecamatan/kelurahan setempat. Evakuasi material pohon tumbang, pembersihan akses jalan, dan pengamanan lokasi kejadian menjadi fokus utama dalam upaya pemulihan.
Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahir, mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Warga diminta untuk menghindari area rawan pohon tumbang dan genangan air, serta segera melaporkan kejadian darurat melalui kanal resmi BPBD. Kewaspadaan dan partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews