Wali Kota Makassar Siagakan Jajaran OPD Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Tahun Baru 2026

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyiagakan seluruh OPD untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di Makassar jelang pergantian tahun, guna memastikan keselamatan warga dan kelancaran aktivitas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wali Kota Makassar Siagakan Jajaran OPD Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Tahun Baru 2026
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyiagakan seluruh OPD untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di Makassar jelang pergantian tahun, guna memastikan keselamatan warga dan kelancaran aktivitas. (AntaraNews)

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, telah menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersiaga penuh. Kesiapsiagaan ini bertujuan memantau dan mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif terhadap peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar.

Imbauan khusus juga disampaikan kepada masyarakat Kota Makassar agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman. Potensi dampak cuaca ekstrem meliputi banjir, genangan air, serta pohon tumbang yang dapat terjadi akibat angin kencang dan intensitas hujan tinggi. Pemerintah kota berupaya meminimalkan risiko dan memastikan keamanan serta kenyamanan warga selama periode cuaca yang tidak menentu ini.

Kesiapan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemantauan drainase hingga penyiapan posko siaga di tingkat kecamatan dan kelurahan. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi setiap potensi gangguan yang mungkin timbul. Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan sekitar.

Wali Kota Munafri Arifuddin secara tegas mengimbau warga Makassar untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta untuk memastikan saluran air atau drainase di lingkungan masing-masing berfungsi optimal dan tidak tersumbat. Hal ini krusial untuk mencegah terjadinya genangan air yang dapat memicu banjir lokal di berbagai titik Kota Makassar.

Selain itu, kewaspadaan tinggi juga diperlukan saat beraktivitas di luar rumah, khususnya di area dengan pepohonan besar. Pohon-pohon tersebut berpotensi tumbang akibat terpaan angin kencang yang sering menyertai cuaca ekstrem. Informasi dari BMKG Wilayah IV Makassar mengenai peringatan dini cuaca ekstrem menjelang Tahun Baru 2026 harus menjadi perhatian serius bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kondisi cuaca yang tidak menentu ini menuntut langkah antisipatif, terutama di wilayah rawan genangan dan area dengan banyak pohon. Warga juga perlu mengantisipasi potensi gangguan arus listrik yang berisiko membahayakan, terutama bagi anak-anak. Laporan segera kepada pihak terkait sangat diharapkan jika menemukan instalasi listrik yang berisiko.

Untuk memastikan respons cepat dan efektif, Wali Kota Makassar telah menginstruksikan seluruh kepala dinas, camat, lurah, hingga ketua RT dan RW. Mereka diminta untuk aktif memantau kondisi wilayah masing-masing dan turun langsung ke lapangan. Tujuannya adalah untuk memastikan situasi lingkungan dan kondisi masyarakat tetap aman dari dampak cuaca ekstrem Makassar.

Pentingnya koordinasi lintas sektor dan kecepatan kerja dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem ditekankan oleh Munafri Arifuddin. Setiap kejadian atau potensi gangguan akibat cuaca harus segera dilaporkan secara berjenjang untuk ditindaklanjuti. Sistem pelaporan yang efisien akan mempercepat penanganan masalah di lapangan.

Guna mempercepat respons darurat, Wali Kota juga memerintahkan pendirian posko siaga di setiap kecamatan dan kelurahan. Posko ini akan menjadi pusat informasi dan koordinasi apabila terjadi genangan air, banjir, pohon tumbang, atau kondisi darurat lainnya. Keberadaan posko ini diharapkan dapat meminimalkan waktu tanggap dan memaksimalkan bantuan kepada warga.

Dalam menghadapi situasi darurat akibat cuaca ekstrem, seluruh perangkat daerah terkait diminta untuk berada dalam kondisi siaga penuh. Instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Sosial harus siap bergerak cepat. Kesiapsiagaan ini mencakup pengerahan personel dan peralatan yang dibutuhkan.

Selain itu, Dinas Perhubungan dan Dinas Pemadam Kebakaran juga diinstruksikan untuk siaga sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Dinas Perhubungan akan berperan dalam pengaturan lalu lintas dan penanganan dampak di jalan, sementara Dinas Pemadam Kebakaran siap membantu dalam evakuasi dan penanganan pohon tumbang. Kolaborasi antar dinas ini sangat penting untuk penanganan komprehensif.

Kesiapsiagaan seluruh dinas ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar untuk melindungi warganya dari ancaman cuaca ekstrem. Dengan respons cepat dan terkoordinasi, diharapkan dampak negatif dapat diminimalisir. Fokus utama adalah pada keselamatan warga dan pemulihan kondisi pasca-bencana dengan segera.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi