Petugas Gabungan Evakuasi Ratusan Warga Terdampak Banjir Balangan
Ratusan warga di Balangan dievakuasi petugas gabungan setelah banjir bandang melanda beberapa kecamatan, data sementara menunjukkan ribuan rumah terdampak dan upaya penanganan Banjir Balangan terus dilakukan.
Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, pada Sabtu pagi, 27 Desember 2025, menyebabkan ratusan warga harus dievakuasi dari rumah mereka. Peristiwa ini terjadi di beberapa desa di Kecamatan Tebing Tinggi dan Halong setelah diguyur hujan deras semalaman. Petugas gabungan dari berbagai unsur telah diterjunkan ke lokasi untuk memberikan bantuan dan penanganan darurat.
Lebih dari 50 personel gabungan, termasuk dari Polres Balangan, TNI, Polri, serta relawan dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Balangan, bahu-membahu mengevakuasi warga yang terjebak. Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi memimpin langsung upaya evakuasi di Desa Sungsum, Tebing Tinggi, memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Mereka bekerja tanpa henti sejak pagi hari untuk menjangkau semua area terdampak.
Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hingga pagi hari menjadi pemicu utama bencana banjir Balangan ini. Data sementara menunjukkan dampak signifikan, khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi, di mana ribuan rumah dan kepala keluarga dilaporkan terdampak. Proses pendataan dan penanganan masih terus berlangsung di lapangan oleh tim gabungan.
Upaya Evakuasi dan Penanganan Darurat Banjir Balangan
Tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, relawan, serta TRC BPBD Balangan telah berada di lokasi sejak awal kejadian untuk melakukan evakuasi. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh warga yang terdampak banjir bandang dapat dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Petugas juga membantu warga membersihkan rumah dari endapan lumpur di area yang airnya sudah mulai surut.
Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi secara langsung memimpin operasi evakuasi di Desa Sungsum, Kecamatan Tebing Tinggi, mengkoordinasikan lebih dari 50 petugas di lapangan. Upaya ini mencakup penyelamatan warga, penyediaan bantuan awal, dan pendataan korban. Kondisi medan yang sulit akibat genangan air dan lumpur menjadi tantangan tersendiri bagi petugas gabungan.
Selain di Tebing Tinggi, petugas juga berupaya menghimpun data dan memberikan bantuan di Kecamatan Halong yang juga mengalami banjir bandang, serta Kecamatan Awayan yang terdampak banjir biasa. Koordinasi antar instansi terus diperkuat untuk memastikan penanganan banjir Balangan berjalan efektif dan efisien. Kehadiran petugas di lapangan sangat vital untuk meringankan beban masyarakat.
Dampak Signifikan Banjir di Kecamatan Tebing Tinggi
Kecamatan Tebing Tinggi menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah akibat banjir bandang ini. Data awal yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa sebanyak 1.466 rumah warga dan 1.615 kepala keluarga (KK) terdampak langsung. Delapan desa di kecamatan ini dilaporkan terendam banjir, memerlukan perhatian serius dari tim penanganan bencana.
Meskipun data tersebut telah terkumpul, petugas masih terus bekerja di lapangan untuk memverifikasi dan memperbarui informasi. Jumlah pasti jiwa yang terdampak masih belum dapat dipastikan secara menyeluruh karena proses pendataan terus berjalan. Kondisi ini menunjukkan skala bencana yang cukup besar, membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.
Upaya pembersihan lumpur dari dalam rumah-rumah warga juga menjadi prioritas, terutama di wilayah yang airnya sudah mulai surut. Ini penting untuk mencegah dampak kesehatan dan mempercepat pemulihan lingkungan pascabanjir. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan terkait penanganan banjir Balangan.
Kondisi Terkini dan Langkah Selanjutnya Penanganan Banjir Balangan
Hingga Sabtu sore pukul 18.00 Wita, tim gabungan masih berada di lokasi bencana, melanjutkan upaya evakuasi dan pendataan. Fokus saat ini adalah memastikan tidak ada warga yang tertinggal dan semua kebutuhan dasar korban terpenuhi. Kondisi cuaca dan debit air terus dipantau untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.
Petugas juga terus berkoordinasi untuk menyiapkan posko pengungsian dan distribusi bantuan logistik bagi para korban banjir. Ketersediaan makanan, air bersih, dan fasilitas kesehatan menjadi perhatian utama dalam fase tanggap darurat ini. Solidaritas dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk membantu masyarakat Balangan bangkit dari bencana ini.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait akan terus mengevaluasi situasi dan merencanakan langkah-langkah pemulihan jangka panjang. Prioritas utama adalah keselamatan dan kesejahteraan warga terdampak, serta memastikan infrastruktur yang rusak dapat segera diperbaiki. Penanganan Banjir Balangan ini membutuhkan kerja sama dari semua elemen masyarakat.
Sumber: AntaraNews