Puluhan Siswa SD di Denpasar Dapat Terapi Pemulihan Pascabanjir, Siapa Saja yang Terlibat?
Pemerintah Kota Denpasar berkolaborasi dengan Himpsi Bali memberikan terapi pemulihan pascabanjir kepada puluhan siswa SD Negeri 12 Dauh Puri. Bagaimana program ini membantu anak-anak?
Pemerintah Kota Denpasar, melalui Dinas Kesehatan dan berkolaborasi dengan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Bali, telah menyelenggarakan program terapi pemulihan. Program ini ditujukan bagi puluhan siswa SD Negeri 12 Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat, Bali, pada hari Selasa lalu.
Inisiatif penting ini bertujuan untuk membantu anak-anak memulihkan dampak psikologis yang mungkin mereka alami pascabencana banjir. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan konkret dari Pemkot Denpasar kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Terapi pemulihan ini diisi dengan berbagai aktivitas interaktif, seperti sesi pengenalan emosi dan permainan berkelompok. Harapannya, anak-anak dapat kembali merasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah mereka setelah kejadian traumatis.
Dukungan Konkret Pemkot Denpasar untuk Pemulihan Anak-anak
Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Denpasar, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak. Beliau menyatakan, "Terapi pemulihan atau trauma healing adalah langkah penting untuk memastikan anak-anak yang terdampak bencana bisa kembali merasa aman dan nyaman."
Kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Himpsi Bali, menjadi salah satu kekuatan utama untuk bisa bersama-sama menata kembali kehidupan pascabanjir melanda. Pihaknya berharap dengan kegiatan ini, anak-anak yang terdampak dapat segera pulih dan melanjutkan kehidupan mereka dengan lebih baik, tanpa dihantui trauma.
Beragam Aktivitas dalam Terapi Pemulihan Pascabanjir
Sesi terapi pemulihan pascabanjir ini dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan dan edukatif agar mudah diterima oleh anak-anak. Berbagai kegiatan seperti sesi pendekatan dengan para siswa melalui pengenalan emosi, permainan berkelompok, dan aktivitas ringan di luar ruangan menjadi fokus utama program.
Selain itu, semua siswa juga diajak untuk bernyanyi bersama, sebuah metode yang efektif untuk menciptakan suasana gembira dan mengurangi ketegangan. Aktivitas ini ditujukan untuk membuat para siswa merasa senang dan dapat mengekspresikan diri mereka secara positif.
Ni Made Apriatini, Kepala SD Negeri 12 Dauh Puri, mengungkapkan bahwa setidaknya lebih dari 50 siswa di sekolahnya terdampak banjir. Pihak sekolah sangat menyambut baik dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar serta Himpsi Bali atas terselenggaranya acara terapi pemulihan ini.
"Kami berterima kasih kepada pihak Pemkot Denpasar atas penyelenggaraan acara ini. Semoga anak-anak kami di sini bisa merasakan kegembiraan dan bisa menjadi bersemangat lagi," kata Ni Made Apriatini. Hadir langsung di tengah para siswa tersebut, Ketua GOW Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak periode 2019-2024 Gusti Ayu Bintang Puspayoga, dan juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati.
Sumber: AntaraNews