Advertisement
Dampak Banjir dan Kebutuhan Pemulihan Trauma Siswa Aceh
Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 telah meninggalkan dampak mendalam, terutama bagi kondisi psikologis para siswa. Kepala SMA Negeri 2 Patranusa Manyak Payed, Abdul Laris, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi anak didiknya pascabanjir. Pada hari pertama sekolah, banyak siswa terlihat bingung, murung, dan kehilangan arah akibat trauma yang mereka alami.
Hampir seluruh siswa di SMA Negeri 2 Patranusa Manyak Payed, sekitar 96 persen, terdampak langsung oleh bencana ini. Mereka berasal dari 12 kecamatan berbeda di Kabupaten Aceh Tamiang yang semuanya juga mengalami dampak banjir. Sebagian dari mereka bahkan harus tinggal di pengungsian karena rumah mereka belum dapat dihuni kembali, menambah beban psikologis yang harus ditanggung.
Kondisi ini menyoroti urgensi akan intervensi psikososial yang cepat dan tepat untuk membantu para siswa bangkit dari keterpurukan. Pemulihan trauma menjadi kunci agar mereka dapat kembali fokus belajar dan menjalani kehidupan normal. Tanpa dukungan yang memadai, dampak psikologis dari bencana dapat menghambat perkembangan dan kesejahteraan jangka panjang anak-anak.
Advertisement
Advertisement
Intervensi Psikososial Efektif dari Tim Divisi Psikologi Mabes Polri
Menanggapi kebutuhan mendesak tersebut, Tim Divisi Psikologi Mabes Polri segera turun tangan memberikan layanan psikososial untuk pemulihan trauma kepada peserta didik di SMA Negeri 2 Patranusa Manyak Payed. Kehadiran tim ini disambut baik oleh pihak sekolah, khususnya Abdul Laris, yang melihat perubahan positif pada siswa-siswinya.
Metode pemulihan trauma yang diterapkan oleh Tim Divisi Psikologi Mabes Polri dikemas secara kreatif dan interaktif. Mereka menggunakan pendekatan melalui permainan, kegiatan outbound, serta berbagai aktivitas interaktif lainnya. Pendekatan ini terbukti sangat efektif dalam membantu memulihkan mental dan membangkitkan kembali semangat para siswa yang terdampak bencana.
Abdul Laris menyatakan bahwa setelah mendapatkan pendampingan, kondisi siswa jauh lebih baik; mereka terlihat lebih bahagia dan ceria. “Kegiatan ini positif dan kami mendukung. Terbukti hari ini anak-anak terlihat sangat gembira dan antusias mengikuti setiap permainan dan aktivitas yang diberikan,” ujar Abdul Laris. Hal ini menunjukkan keberhasilan pendekatan yang humanis dan menyenangkan dalam mengatasi trauma pascabencana.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi dan Harapan untuk Keberlanjutan Program
Atas nama SMA Negeri 2 Patranusa Manyak Payed, serta mewakili Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tamiang dan Dinas Pendidikan Aceh, Abdul Laris menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Divisi Psikologi Mabes Polri. Ia menekankan dampak signifikan yang diberikan layanan pemulihan trauma tersebut terhadap kondisi psikologis siswa.
Dukungan dari pihak kepolisian, khususnya Divisi Psikologi, menjadi contoh nyata sinergi antarlembaga dalam penanganan pascabencana. Program ini tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga kesehatan mental yang seringkali terabaikan.
Abdul Laris berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa depan, baik dari Mabes Polri maupun instansi terkait lainnya. Tujuannya adalah agar pendampingan pemulihan trauma bagi siswa dapat semakin optimal dan berkelanjutan, memastikan bahwa generasi muda Aceh Tamiang dapat pulih sepenuhnya dan menatap masa depan dengan semangat baru.
Advertisement
Sumber: AntaraNews