Program SPPG DJPb Sulsel Layani 1,47 Juta Penerima Manfaat, Dorong Ekonomi Lokal
DJPb Sulawesi Selatan berhasil membentuk 588 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani lebih dari 1,47 juta penerima manfaat, sekaligus memberikan dampak signifikan pada ekonomi daerah.
Makassar, Sulawesi Selatan – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan melaporkan capaian signifikan dalam program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga Desember 2025, sebanyak 588 SPPG telah berhasil dibentuk dan tersebar di 24 kabupaten dan kota di seluruh provinsi ini. Program ini bertujuan utama untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan, serta mencegah stunting sejak dini.
Kepala Kanwil DJPb Sulawesi Selatan, Supendi, menyatakan bahwa inisiatif ini telah menjangkau 1.477.131 jiwa penerima manfaat. Angka ini menunjukkan dampak luas program SPPG dalam upaya pemerintah daerah dan pusat untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih unggul. Keterlibatan aktif berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program pemenuhan gizi ini.
Tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan dan gizi, program SPPG juga memberikan kontribusi nyata terhadap perputaran ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja. Dengan melibatkan ribuan penyuplai lokal dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja, program ini menjadi motor penggerak ekonomi di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.
Dampak Luas Program SPPG bagi Masyarakat Sulawesi Selatan
Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Selatan telah menunjukkan efektivitasnya dalam menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Sebanyak 588 unit SPPG kini beroperasi di 24 kabupaten dan kota, memastikan distribusi bantuan gizi merata. Kehadiran program SPPG ini memberikan dampak positif yang sangat besar bagi kualitas hidup masyarakat.
Mayoritas penerima manfaat program SPPG adalah peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, yang mencapai lebih dari 1,47 juta orang. Selain itu, program ini juga secara khusus menyasar ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun (baduta). Fokus pada kelompok ini merupakan strategi penting dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini di Sulawesi Selatan.
Melalui penyediaan gizi yang memadai, program SPPG berkontribusi langsung pada peningkatan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Hal ini sejalan dengan target nasional untuk mengurangi angka stunting dan menciptakan generasi penerus yang sehat dan cerdas. DJPb Sulawesi Selatan terus memastikan program ini berjalan optimal dan tepat sasaran.
Kontribusi Program SPPG terhadap Perekonomian Daerah
Selain manfaat kesehatan, pelaksanaan program SPPG di Sulawesi Selatan juga menjadi pendorong signifikan bagi perekonomian daerah. Program ini melibatkan rantai pasok yang luas, dengan 1.525 penyuplai lokal turut serta dalam penyediaan bahan pangan dan kebutuhan lainnya. Keterlibatan penyuplai lokal ini secara langsung memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Aspek penyerapan tenaga kerja juga menjadi salah satu keunggulan program SPPG. Hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 24.891 tenaga kerja terlibat secara langsung dalam operasional SPPG di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Angka ini membuktikan bahwa program SPPG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga berperan sebagai pencipta lapangan kerja yang substansial.
Keterlibatan ribuan penyuplai dan puluhan ribu tenaga kerja ini menunjukkan bahwa program SPPG adalah investasi ganda. Program ini tidak hanya membangun kesehatan masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal. DJPb Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus mendukung sinergi ini demi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Komitmen DJPb Sulawesi Selatan untuk Keberlanjutan SPPG
DJPb Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk memastikan keberlanjutan dan penguatan program SPPG di masa mendatang. Pengelolaan anggaran yang akuntabel dan tepat sasaran menjadi prioritas utama. Hal ini untuk menjamin bahwa setiap dana yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat penerima.
Supendi berharap sinergi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjaga. Kolaborasi ini krusial untuk memperluas jangkauan dan dampak positif program SPPG di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Dengan demikian, manfaat program ini diharapkan semakin dirasakan luas oleh masyarakat.
DJPb Sulawesi Selatan akan terus memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan SPPG untuk memastikan efisiensi dan efektivitasnya. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab DJPb dalam mengelola keuangan negara untuk kesejahteraan rakyat. Program SPPG adalah bukti nyata bagaimana pengelolaan anggaran yang baik dapat mendukung pembangunan manusia dan ekonomi secara bersamaan.
Sumber: AntaraNews