Profil Pandu Sjahrir, Keponakan Luhut yang Jadi Petinggi Danantara
Penunjukkan Pandu Sjahrir menjadi sorotan publik. Tak sedikit publik yang menganggap penunjukkan Pandu Sjahrir tak lepas dari pengaruh Luhut.
Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Daya Anagata Nusantara (Danantara). Keponakan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhur Binsar Pandjaitan, Pandu Sjahrir masuk dalam jajaran petinggi Danantara.
Penunjukkan Pandu Sjahrir menjadi sorotan publik. Tak sedikit publik yang menganggap penunjukkan Pandu Sjahrir tak lepas dari pengaruh Luhut.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi menepis jika Pandu ditunjuk karena keponakan Luhut. Menurutnya, semua penunjukkan berdasarkan pertimbangan profesionalisme.
"Semua berdasarkan pertimbangan profesionalisme," kata Hasan lewat pesan singkat, Senin (24/2).
Profil Pandu Sjahrir
Pandu Sjahrir memiliki nama lengkap Pandu Patria Sjahrir. Dia merupakan pengusaha dan investor yang lahir di Boston, Massachusetts pada 17 Mei 1979.
Pandu merupakan putra dari ekonom ternama, almarhum Dr. Sjahrir. Dia menempuh pendidikan SMA di Phillips Academy Andover, Massachusetts. Setelah lulus, dia melanjutkan pendidikan tinggi di University of Chicago, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi.
Ambisinya tak berhenti sampai di situ. Dia kemudian melanjutkan studinya di Stanford Graduate School of Business dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA). Latar belakang pendidikan yang mumpuni ini menjadi pondasi kuat bagi kesuksesannya di dunia bisnis.
Karier Pandu sangat gemilang. Dia dikenal sebagai salah satu pengusaha batu bara terkemuka di Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Direktur PT Toba Bara Sejahtera, perusahaan tambang batu bara.
Kiprahnya tak hanya terbatas pada pertambangan. Pandu juga merupakan Founding Partner AC Ventures, perusahaan modal ventura yang telah berinvestasi di lebih dari 100 perusahaan ternama, termasuk Gojek, Sea Limited, dan Bukalapak, dengan total investasi lebih dari US$1 miliar dalam tujuh tahun terakhir.
Pandu juga aktif di berbagai organisasi dan lembaga pemerintah. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Energi Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Komisaris Independen di beberapa perusahaan, Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Tbk, dan Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bahkan, dia pernah memimpin Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) periode 2018-2021. Prestasi gemilangnya diakui secara internasional dengan diterimanya penghargaan 'Asia Society Young Leaders Awards' pada tahun 2014.
Saat ini, dia juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Keuangan Digital KADIN dan Managing Partner Indies Capital Partners. Selain itu, dia juga tergabung dalam Komite Nominasi dan Remunerasi serta Komite Pemantau Risiko di sebuah perusahaan. Pandu juga dikenal memiliki koneksi yang luas di dunia bisnis dan pemerintahan.