CIO Danantara Pandu Sjahrir Jamin TOBA Tak Ikut Proyek Waste to Energy
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) secara tegas menyatakan fokusnya untuk memperluas peluang ekspansi ke pasar internasional, khususnya di wilayah Asia Tenggara.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara. Pandu Sjahrir memastikan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tidak akan ikut serta dalam proyek waste to energy (WtE) yang digagas Danantara.
"Minggu lalu teman-teman TOBA sudah declare tidak bakal ikutan untuk proyek yang menyangkut WtE Danantara," ujar Pandu yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Tbk di Jakarta, Senin (3/11).
Sebelumnya, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) secara tegas menyatakan fokusnya untuk memperluas peluang ekspansi ke pasar internasional, khususnya di wilayah Asia Tenggara.
Keputusan strategis ini berarti perseroan tidak akan memprioritaskan keikutsertaan dalam proyek waste to energy (WtE) yang digagas oleh Danantara Indonesia.
Langkah ekspansi bisnis ke pasar Asia Tenggara telah dimulai sejak tahun 2023 melalui akuisisi Asia Medical Enviro Services (AMES), yang kemudian disusul dengan akuisisi CORA Environment pada awal tahun 2025.
Inisiasi bisnis pengelolaan limbah ini telah menunjukkan hasil nyata dan prospek yang semakin menjanjikan bagi perusahaan.
Bisnis Pengelolaan Limbah
SVP Corporate Finance and Investor Relations TOBA, Mirza Rinaldy Hippy mengemukakan, kemajuan bisnis pengelolaan limbah ini menjadi keunggulan sekaligus peluang besar bagi TBS.
Hal ini memungkinkan perusahaan untuk membentuk platform pengolahan limbah regional di Asia Tenggara melalui ekspansi ke pasar internasional, menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Mirza Rinaldy Hippy menjelaskan bahwa bisnis pengolahan limbah di pasar internasional Asia Tenggara memiliki potensi yang sangat menarik. Oleh karena itu, keikutsertaan dalam proyek waste to energy yang dijalankan oleh Danantara Indonesia tidak menjadi prioritas utama bagi perseroan saat ini.
Jajaki Peluang Investasi di ASEAN
TOBA secara aktif menjajaki peluang investasi dan akuisisi bisnis hijau di berbagai negara regional, termasuk Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Selain melalui akuisisi, perseroan juga melakukan ekspansi organik dengan mengalokasikan belanja modal untuk penambahan kapasitas pengelolaan dan pembangunan fasilitas daur ulang baru di Singapura.
Aspirasi TOBA adalah menjadi pemain global yang menegaskan transformasi bisnis mereka. Perusahaan ini bertekad untuk sepenuhnya fokus pada bisnis hijau dan energi bersih yang berdampak positif serta berkelanjutan, sekaligus diharapkan dapat membawa nama Indonesia di kancah internasional dalam bidang energi terbarukan.
TOBA telah menyiapkan anak usahanya, CORA Environment, sebagai salah satu jangkar bisnis utama. Entitas ini sebelumnya dikenal sebagai SembWaste dan Sembcorp Environment sebelum diakuisisi TOBA pada awal tahun 2025, dan diproyeksikan akan menggantikan bisnis batu bara yang akan ditinggalkan sepenuhnya pada tahun 2030.