Tinggalkan Batu Bara, TOBA Siapkan Modal Rp10 Triliun untuk Energi Hijau

Perseroan telah menyiapkan beberapa opsi untuk mendanai modal awal tersebut. Dengan memanfaatkan kas internal, pembiayaan bank, hingga penerbitan obligasi.

Maulandy Rizki Bayu Kencana
Tinggalkan Batu Bara, TOBA Siapkan Modal Rp10 Triliun untuk Energi Hijau
Tinggalkan Batu Bara, TOBA Siapkan Modal Rp10 Triliun untuk Energi Hijau (Merdeka.com)

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) memperkenalkan identitas baru untuk bertransformasi dari perusahaan energi konvensional lewat bisnis pertambangan batu bara, menuju energi baru terbarukan (EBT) atau energi hijau.

Untuk itu, TOBA telah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) USD 600 juta, atau setara Rp10,03 triliun (kurs Rp16.717 per USD).

Direktur TBS Energi Utama, Juli Oktarina menyampaikan, belanja modal itu bakal digunakan untuk melancarkan aksi korporasi dalam 5 tahun ke depan. Dengan berfokus pada tiga bisnis utama, yakni pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik (EV). 

"Kalau untuk estimasinya untuk 5 tahun ke depan, sampai dengan sesuai roadmap kita di TBS 2030, Capex mungkin sekitar USD 600 juta. Untuk total ya, untuk total 3 bisnis ini," ujarnya di Jakarta, Rabu (12/11).

Perseroan telah menyiapkan beberapa opsi untuk mendanai modal awal tersebut. Dengan memanfaatkan kas internal, pembiayaan bank, hingga penerbitan obligasi. 

Juli pun buka kemungkinan untuk melakukan penawaran saham baru alias right issue. Kendati begitu, pengumpulan dana tersebut bakal dilakukan secara bertahap.  

"Sekarang kan komposisi pendanaan sampe 25-30 persen equity, sisanya bisa dari loan. Bisa dari nerbitin bond, bank atau bisa macam-mecam. Kita kan perusahaan terbuka, jadi kita lihat yang benefiting for us, optimum buat kita ya kita ambil. Right issue bisa aja kalau kita perlu," tuturnya. 

Lebih lanjut, TOBA juga bakal memilah-milah terlebih dahulu proyek-proyek mana saja yang bakal didanai terlebih dahulu. Adapun pengelolaan limbah dan energi terbarukan jadi pilihan utama. 

"Tahap pertama renewable atau waste management. Tapi kita lihat aja yang mana jalan duluan ya," kata Juli.  

Untuk diketahui, TBS Energi Utama telah memulai inisiatif EBT di beberapa proyek. Semisal pengoperasian pembangkit listrik mikrohidro berkapasitas 2x3 MW di Lampung sejak Januari 2025. 

Di sisi lain, perseroan bersama PLN Nusantara Power juga tengah menyiapkan proyek Tembesi Floating Solar Power Plant berkapasitas 46 MWp di Batam. Proyek ini tengah memasuki tahap konstruksi dan ditargetkan beroperasi penuh pada pertengahan 2026.

Reporter Magang - Ahmad Subayu 

Rekomendasi