Profil Nurmala Kartini Sjahrir, Adik Luhut Binsar Pandjaitan Calon Dubes RI di Jepang
Nurmala Kartini Sjahrir memiliki latar belakang pendidikan dan karier yang mengesankan.
Nama Nurmala Kartini Sjahrir menjadi satu dari 24 calon dubes lolos uji kelayakan dan kepatutan digelar Komisi I DPR pada Sabtu (5/7) hingga Minggu (6/7). Nurmala kini selangkah lagi menjadi dubes setelah mengikuti seleksi tersebut.
Nama Nurmala Bersama 23 nama calon dubes akan dikirim Komisi I DPR kepada Pimpinan DPR di kompleks parlemen, Jakarta. Pimpinan DPR selanjutnya akan menempatkan 24 calon dubes di berbagai Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di berbagai negara sahabat dan Perwakilan Tetap RI di organisasi internasional.
"Ya benar, tadi di-fit and proper test. Hasilnya dilaporkan kepada Ketua DPR untuk disampaikan kepada Presiden," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta saat dikonfirmasi mengenai nama-nama calon dubes, sebagaimana dikutip Antara, Senin (7/7).
Profil Nurala Kartini Sjahrir
Dari 24 nama calon dubes itu adalah Nurmala Kartini Sjahrir. Dia adalah seorang antropolog, diplomat, dan politikus Indonesia yang kini mencuat sebagai kandidat Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang.
Latar belakangnya yang kaya akan pendidikan dan pengalaman menjadikannya sosok yang patut diperhitungkan di dunia diplomasi. Ia memiliki perjalanan karier yang mengesankan sebelum pencalonannya sebagai duta besar.
Ia lahir di Simargala, Kecamatan Janji Maria, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara, pada 1 Februari 1950. Nurmala Kartini Sjahrir menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia, di mana ia meraih gelar Sarjana Antropologi pada tahun 1976. Selanjutnya, ia melanjutkan studi ke Boston University, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master pada tahun 1981, serta menyelesaikan pendidikan S3 di bidang Antropologi pada tahun 1982.
Perjalanan Karier
Karier Nurmala dimulai sebagai asisten peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan dosen di Universitas Indonesia. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI), menunjukkan dedikasinya di bidang akademik.
Nurmala memiliki pengalaman yang luas dalam dunia diplomasi. Ia menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Argentina, Paraguay, dan Uruguay dari 10 Agustus 2010 hingga 2014. Selama masa jabatannya, ia berhasil meraih penghargaan "Medal of Honor" atas pencapaiannya di Argentina.
Di dunia politik, ia pernah menjadi Ketua Umum Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) pada periode 2007-2011. Setelah itu, ia bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di bawah Yenny Wahid pada tahun 2012, dan kemudian terlibat dalam Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB). Pengalamannya di berbagai partai politik menunjukkan komitmennya terhadap kemajuan bangsa.
Selain itu, Nurmala juga aktif dalam berbagai organisasi sosial. Ia menjabat sebagai Ketua Yayasan Kebun Binatang Ragunan dan pendiri Suara Ibu Peduli (SIP), sebuah gerakan sosial perempuan. Ia juga menjadi Ketua Yayasan Rumah Ibu yang fokus pada pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta Komisaris Independen Siloam Hospitals dan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2020-2025.
Nurmala menikah dengan Sjahrir (almarhum), seorang ekonom dan politikus, pada 7 Desember 1977. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak, yaitu Pandu Patria Sjahrir dan Gita Rusmida Sjahrir. Menariknya, ia juga merupakan adik kandung dari Luhut Binsar Pandjaitan.
Daftar Calon Dubes Lolos Uji Kelayakan dan Kepatutan di DPR
1. Abdul Kadir Jaelani – Dubes RI untuk Jerman (Berlin)
2. Redianto Heru Nurcahyo – Dubes RI untuk Slovakia (Bratislava)
3. Umar Hadi – Perwakilan Tetap RI New York
4. Hotmangaradja Pandjaitan – Dubes RI untuk Singapura
5. Nurmala Kartini Sjahrir – Dubes RI untuk Jepang (Tokyo)
6. Indroyono Soesilo – Dubes RI untuk Amerika Serikat (Washington DC)
7. Adam Mulawarman Tugio – Dubes RI untuk Vietnam (Hanoi)
8. Laurentius Amrih Jinangkung – Dubes RI untuk Belanda (Den Haag)
9. Judha Nugraha – Dubes RI untuk Uni Emirat Arab (Abu Dhabi)
10. Sidharto Reza Suryodipuro – Perwakilan Tetap RI di PBB Swiss (Jenewa)
11. Andhika Chrisnayudhanto – Dubes RI untuk Brazil (Brasilia)
12. Syahda Guruh Langkah Samudera – Dubes RI untuk Qatar (Doha)
13. Andi Rahardian – Dubes RI untuk Oman
14. Imam As’ari – Dubes RI untuk Ekuador (Quito)
15. Listyowati – Dubes RI untuk Bangladesh dan Nepal
16. Kuncoro Giri Waseso – Dubes RI untuk Mesir
17. Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo – Dubes RI untuk Malaysia
18. Mayjen (Purn) Gina Yoginda – Dubes RI untuk Korea Utara
19. Yusron Bahauddin Ambary - Dubes untuk Algeria
20. Lukman Hakim Siregar - Dubes untuk Suriah
21. Berlian Helmy - Dubes untuk Ajerbaizan
22. Hari Prabowo - Dubes untuk Thailand
23. Okto Dorinus Damanik - Dubes RI untuk Papua Nugini
24. Andi Rachmianto - Dubes RI untuk Belgia