Profil Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya yang Baru Terjerat OTT KPK
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya baru saja diamankan KPK dalam Operasi Tangkap Tangan.
Ardito Wijaya, sosok yang dikenal sebagai seorang dokter dan politikus, kini menjadi sorotan publik setelah menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah. Ia resmi dilantik untuk periode 2025-2030, sebuah pencapaian politik yang menandai puncak kariernya di pemerintahan daerah. Namun, perjalanan politiknya baru-baru ini diwarnai dengan peristiwa mengejutkan yang menarik perhatian nasional.
Pada 10 Desember 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Dalam operasi tersebut, Bupati Ardito Wijaya turut diamankan bersama beberapa pihak lain, mengindikasikan adanya dugaan pelanggaran hukum.
Latar Belakang Pendidikan dan Karier Medis Ardito Wijaya
Ardito Wijaya menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Lampung Tengah, daerah kelahirannya. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Kristen 3 Bandar Jaya pada tahun 1992, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 10 Bandar Jaya atau SMPN 3 Terbanggi Besar hingga lulus pada tahun 1995. Pendidikan menengah atas diselesaikannya di SMU Negeri 1 Terbanggi Besar pada tahun 1998.
Setelah menamatkan pendidikan menengah, Ardito Wijaya melanjutkan studi di bidang kedokteran. Ia berhasil meraih gelar sarjana dari Universitas Trisakti pada tahun 2005. Dedikasinya terhadap ilmu pengetahuan tidak berhenti di situ, ia kemudian melanjutkan pendidikan magister dan memperoleh gelar Magister Kesehatan Masyarakat (M.K.M) dari Universitas Mitra Indonesia pada tahun 2024.
Sebelum terjun ke dunia politik, Ardito Wijaya mengabdikan dirinya di bidang kesehatan. Ia pernah bertugas sebagai dokter muda di Puskesmas Seputih Surabaya dari tahun 2010 hingga 2011, dan kemudian di Puskesmas Rumbia dari tahun 2011 hingga 2012.
Kariernya di sektor kesehatan berlanjut dengan menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PL) di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah. Posisi ini diembannya dari tahun 2014 hingga 2016.
Perjalanan Politik Menuju Kursi Bupati Lampung Tengah
Setelah berkarier di sektor kesehatan dan birokrasi, Ardito Wijaya mulai menapaki jalur politik. Langkah awalnya adalah mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020. Saat itu, ia berpasangan dengan Musa Ahmad sebagai calon Bupati, dan pasangan ini berhasil memenangkan Pilkada, kemudian dilantik untuk masa jabatan 2021–2025.
Kesuksesan ini menjadi batu loncatan bagi Ardito Wijaya untuk maju sebagai calon Bupati pada Pilkada berikutnya. Ia diusung oleh PDI Perjuangan dan berpasangan dengan I Komang Koheri. Pasangan ini kembali meraih kemenangan.
Ardito Wijaya dan I Komang Koheri resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah untuk periode 2025–2030 pada tanggal 20 Februari 2025. Pelantikan bersejarah ini dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Keterlibatan dalam Organisasi dan Pelatihan
Selain rekam jejak pendidikan dan karier, profil Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya juga diperkaya dengan keterlibatannya dalam berbagai organisasi. Ia aktif sebagai Koordinator PDNU Provinsi Lampung dari tahun 2020-2024 dan Ketua AMPI Provinsi Lampung dari tahun 2017-2022. Dedikasinya juga terlihat di bidang olahraga sebagai Wakil Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) dari 2018-2022 dan Anggota Komite Eksekutif PSSI Kota Metro dari 2018-2021.
Ardito Wijaya juga pernah menjadi Anggota Majelis Pertimbangan Karang Taruna Kota Metro dari 2017-2022 dan Wakil Ketua DPD ASTTI Lampung dari 2017-2022. Di bidang profesi medis, ia berperan sebagai Koordinator TRIP IDI Cab. Lampung Tengah dari 2016-2019.
Berbagai kursus dan diklat juga telah diikuti Ardito Wijaya untuk meningkatkan kompetensinya. Pelatihan seperti Hiperkes dan Keselamatan Kerja bagi Dokter Perusahaan/Instansi (2007), Tatalaksana Terkini Mengatasi Masalah pada Menopause (2007), dan Penatalaksanaan Komprehensif "Nyeri" Terkini (2009) adalah beberapa di antaranya. Ia juga mengikuti pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (2009), Teknologi Kontrasepsi Terkini (2011), P2 Tuberkulosis bagi Petugas TB UPK (2011), dan Practical Approach to Lung Health (PAL) (2013).