Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya sempat menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Nuwo Balak, pada Selasa (9/12) pagi sebelum akhirnya di Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) .
Berdasarkan video yang diterima, saat itu Ardito menggunakan baju dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) berwarna cokelat dengan peci hitam, berdiri bersama para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Lampung Tengah.
Advertisement
Lepas Merpati Putih
Dalam video tersebut, Ardito melakukan pelepasan atau menerbangkan beberapa burung merpati yang telah disiapkan. Suasa pun tampak riuh gembira.
"Iya kemarin Pak Ardito hadir di acara itu (Hakordia)," kata seorang ASN di Kabupaten Lampung Tengah yang namanya tidak ingin disebutkan.
Advertisement
Pesan Khusus ke ASN Pemkab Lampung Tengah
Dalam acara tersebut, Ardito pun sempat memberikan pesan agar seluruh ASN dan Kepala Kampung dapat memberikan pelayanan dengan jujur dan ikhlas.
"Tentunya, sesuatu yang baik harus dimulai dengan keikhlasan dan kejujuran dalam berkerja, sehingga dapat memberikan pelayanan secara maksimal dan langsung dirasakan oleh masyarakat," kata Ardito, Selasa (9/12).
Ardito berharap pelayanan yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dapat berjangan dengan jujur dan bersih.
"Harapan saya kita semua dapat menjalankan tugas dan fungsi kita sebagai pelayanan masyarakat dengan bersih dan jujur," tandasnya.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan urutan kejadian terkait penangkapan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya. Penangkapan ini diawali dengan langkah lembaga antirasuah yang meminta keterangan dari beberapa pihak.
"Kegiatan ini dimulai dengan permintaan keterangan kepada sejumlah individu di Jakarta dan Lampung pada Selasa, 9 Desember 2025," ungkap Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Rabu (10/12/2025) malam.
Setelah proses tersebut, tim KPK melanjutkan tindakan mereka dengan menuju Lampung Tengah pada 10 Desember 2025. Di lokasi tersebut, KPK berhasil menangkap lima orang, termasuk Ardito Wijaya.
Dilansir Antara, Budi menyatakan bahwa kelima orang yang ditangkap telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Advertisement
Ditangkap Terkait Kasus Suap
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengungkapkan bahwa Ardito Wijaya diduga terlibat dalam kasus suap yang berkaitan dengan proyek tertentu. Namun, rincian mengenai proyek tersebut masih belum terungkap.
"(Diduga) Suap proyek," ungkap Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto saat memberikan keterangan kepada media pada Rabu (12/10/2025).
Menurut informasi yang diterima, beberapa orang lainnya yang ditangkap bersamaan dengan Ardito adalah anggota DPRD daerah setempat. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Bupati Lampung Tengah tersebut, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Advertisement
Tiba di Gedung KPK
Ardito tiba di gedung KPK sekitar pukul 21.00 WIB. Wajahnya tampak tenang, meskipun ia tidak mengenakan masker.
Namun, ia terlihat menutupi kepalanya dengan topi putih. Sebagai seseorang yang terlibat dalam operasi tangkap tangan (OTT), cara Ardito mendatangi KPK berbeda dibandingkan dengan yang lainnya. Biasanya, orang yang ditangkap KPK akan terlihat malu ketika wajahnya terekam oleh kamera media.
Berbeda dengan itu, Ardito justru menunjukkan wajahnya dan menjawab dengan senyuman saat awak media melontarkan beberapa pertanyaan. Meskipun demikian, Ardito terkesan irit bicara.
Ia juga terlihat membawa koper kecil, yang seolah menandakan bahwa ia sudah siap untuk menginap di KPK. Ardito mengungkapkan bahwa dirinya dalam keadaan sehat dan menegaskan bahwa ia tidak pernah kabur.
"Alhamdulillah sehat dan di rumah saja," ujarnya menandasi pernyataannya.