Presiden Prabowo dan Seskab Teddy Kirim Karangan Bunga Duka Cita ke Kedubes Vatikan di Jakarta
Kesedihan menyelimuti jemaat yang ditinggalkan, tak terkecuali di Indonesia.
Pimpinan tertinggi umat katolik, Paus Fransiskus meninggal dunia, Senin 21 April 2025. Kesedihan menyelimuti jemaat yang ditinggalkan, tak terkecuali di Indonesia.
Pada hari ini, Selasa (22/4) berdasarkan agenda diterima, Kedutaan Besar Takhta Suci Vatikan di Jakarta atau Nunsiatura Apostolik akan memberi kesempatan kepada para Imam, Bruder, Suster, Bapak Ibu dan Saudara-saudari Umat Beriman serta setiap orang yang ingin menyampaikan ucapan dukacita dan doa. Hal itu terjadwal pada pukul 10.00 Wib hingga pukul 12.00 Wib.
Pantauan di lokasi pukul 09.30 Wib, sejumlah jemaah sudah ada yang hadir. Namun, terpantau pintu gerbang masih belum terbuka bagi umum. Tidak ada penjagaan ketat, hanya sejumlah anggota kepolisian siaga berjaga. Lalu lintas pun terpantau lancar.
Di dalam halaman gedung, sudah terlihat rangkaian karangan bunga yang berjejer di dalam pintu halaman gedung. Tampak karangan bunga dari Presiden Prabowo Subianto, Sektetaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan anggota dewan Charles Honoris.
Diketahui, Paus Fransiskus berpulang ke Rumah Bapa di Surga pada hari Senin, 21 April 2025, pukul 07.35 pagi waktu Roma.
Meninggal di Usia 88 Tahun
Sebagai informasi, Paus Fransiskus meninggal pada usia 88 tahun. Dia adalah seorang Yesuit Argentina yang menjadi Paus Katolik Roma pertama dari Benua Amerika.
Paus Fransiskus, terpilih sebagai paus ke-266 setelah Benediktus XVI pensiun pada tahun 2013. Ia lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di lingkungan kelas menengah Flores di Buenos Aires pada tanggal 17 Desember 1936.