Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan 4 Negara, Disambut Gibran dan Menteri Kabinet Merah Putih
Dalam lawatan kali ini, Prabowo mengujungi Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda.
Presiden Prabowo Subianto tiba di Indonesia, Sabtu (27/9) usai menyelesaikan rangkaian kunjungan luar negeri ke empat negara selama enam hari. Dalam lawatan kali ini, Prabowo mengujungi Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Prabowo dan rombongan terbatas tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta Timur sekitar pukul 15.30 WIB. Kedatangan Prabowo disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih.
Tampak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Anggaraka Prabowo. Kemudian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.
Gibran dan para menteri yang kompak memakai kemeja putih, berdiri di bawah tangga pesawat. Mereka langsung memberikan tepuk tangan saat Prabowo selesai menuruni tangga pesawat.
Prabowo pun menyalami Gibran dan para anggota Kabinet Merah Putih. Usai memberikan keterangan pers kepada awak media, Prabowo meninggalkan Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma dengan mobil Maung Garuda.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah merampungkan rangkaian kunjungan luar negeri yang berlangsung sejak 19 hingga 26 September 2025. Prabowo mengunjungi Jepang, Amerika Serikat (AS), Kanada, hingga Belanda selama enam hari agenda kunjungan luar negeri.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan agenda utama kunjungan Prabowo ke luar negeri yakni, menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat pada 23 September 2025.
"Jadi hari ini (Jumat), tanggal 26 September 2025, Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah selesai melaksanakan rangkaian kunjungan luar negeri dalam utamanya adalah sidang umum PBB ke-80. Dan dalam 6 hari ini beliau mengunjungi 4 negara," kata Teddy dikutip dari siaran pers, Sabtu (27/9/2025).
Negara pertama yang dikunjungi Prabowo yakni, Jepang dalam rangka mengunjungi Paviliun Indonesia di Expo Osaka 2025. Teddy mengungkapkan berdasarkan laporan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, dari ajang lima tahunan tersebut telah tercatat komitmen investasi sebesar USD23,8 miliar atau sekitar Rp380 triliun.
Kemudian di Amerika Serikat, Prabowo mendapat kehormatan untuk menyampaikan pidato pada urutan ketiga dalam Sidang Umum PBB, setelah Brasil dan Amerika Serikat.
Teddy menyebut pidato yang disampaikan Prabowo di hadapan 193 negara anggota PBB tersebut banyak mendapatkan apresiasi dan kekaguman dari para pemimpin dunia.
"Berani, tegas, konkret. Ada Presiden Amerika Serikat Anda bisa lihat sendiri, kemudian PM Kanada, kemudian tadi Raja Belanda, kemudian tadi pagi juga Presiden Macron menelpon beliau langsung menyampaikan apresiasi dan kebanggaan beliau atas pidato Bapak Presiden," tuturnya.
Selain itu, Prabowo juga bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Amerika Serikat. Presiddn FIFA menegaskan dukungan terhadap pengembangan akademi sepak bola muda Indonesia.
"Dalam waktu dekat tanggal 9 dan 12 Oktober kalau tidak salah Timnas Indonesia akan tampil di kualifikasi keempat Piala Dunia. Tidak mudah tapi bukan mustahil untuk Indonesia lolos di piala dunia. Dan kita minta nanti dalam pertandingan tersebut semuanya berjalan sesuai rencana dan netral," jelas Teddy.
Selanjutnya kunjungan singkat Prabowo di Kanada turut menghasilkan capaian strategis. Kendati kunjungan Kepala Negara ke Kanada tidak bermalam, namun Prabowo diterima secara langsung oleh Gubernur Jenderal Mary Simon, serta bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney.
Dalam kesempatan itu, Indonesia dan Kanada resmi menandatangani Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA).
"Intinya adalah 90,5 persen tarif barang-barang, produk-produk Indonesia akan dihapus oleh Kanada. Dan itu tentunya mendampak positif, sangat positif bagi perdagangan impor Indonesia," ujar Teddy.
Dari Kanada, Prabowo kemudian menuju Belanda, momen kunjungan ini istimewa, karena tidak hanya diterima oleh Raja Willem-Alexander sebagai Kepala Negara Belanda, tetapi juga Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch, Belanda.
Pertemuan resmi tersebut menandai penguatan hubungan bilateral kedua negara, termasuk kesepakatan Belanda mengembalikan sekitar 30 ribu benda dan artefak jawa bersejarah, serta fosil dan dokumen milik Indonesia.