Presiden Macron Telepon Prabowo, Beri Pujian Pidato di Sidang Umum PBB
Presiden Macron secara langsung menghubungi Prabowo melalui saluran telepon untuk memberikan apresiasi dan kebanggaan atas pidato di Sidang Umum PBB.
Presiden Prabowo Subianto mendapat pujian dari sejumlah pemimpin negara atas pidatonya di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat pada 23 September 2025. Mulai dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Bahkan, Presiden Macron secara langsung menghubungi Prabowo melalui saluran telepon untuk memberikan apresiasi dan kebanggaan atas pidato di Sidang Umum PBB. Pidato Prabowo dinilai berani, tegas, dan konkret.
"Presiden Prabowo berbicara di hadapan 193 negara anggota PBB. Jadi disaksikan oleh seluruh dunia. Kemudian, Anda dapat lihat sendiri berbagai pimpinan dunia menyambut itu. Kemudian kagum terhadap pidato beliau. Berani, tegas, konkret. Ada presiden Amerika Serikat, Anda bisa lihat sendiri," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, Sabtu (27/9).
"Kemudian tadi pagi juga Presiden Macron menelepon beliau langsung menyampaikan apresiasi dan kebanggaan beliau atas pidato Bapak Presiden," sambungnya.
Pidato Prabowo Dipuji
Dilihat dari video di akun Instagram Sekretariat Kabinet, Prabowo tampak sedang berada di dalam mobil saat ditelepon oleh Presiden Macron. Macron menyebut kata-kata Prabowo di Sidang Umum PBB sangat kuat dan jelas.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kata-kata Anda yang sangat kuat. Semua orang memperhatikan komitmen Anda dan kata-kata Anda yang sangat jelas dan kuat, jadi saya ingin mengucapkan terima kasih secara pribadi," tutur Macron.
Teddy menuturkan hal ini menunjukkan bahwa sejumlah pemimpin dunia bangga dan hormat dengan pidato yang disampaikan Prabowo di Sidang Umum PBB. Dia meyakini masyarakat Indonesia juga merasakan hal tersebut.
"Jadi ini menunjukkan bahwa betapa banyak pimpinan dunia yang salut, bangga, dan hormat kepada pidato Bapak Presiden, apalagi kami bangsa Indonesia," ucap Teddy.
Isi Pidato Prabowo
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendesak negara-negara lain bertindak dan tak berdiam diri saat melihat penderitaan yang dialami rakyat Palestina. Dia mengatakan hingga kini bencana kemanusiaan di Gaza, Palestina masih terus terjadi.
Hal ini disampaikan Prabowo saat berpidato pada Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Gedung Sekretariat PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025). Prabowo mendapatkan urutan ketiga saat berpidato.
"Kita harus bertindak sekarang. Banyak pembicara telah mengatakan kita harus memperjuangkan tatanan multilateral di mana perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bukan hanya hak istimewa segelintir orang, melainkan hak semua orang," kata Prabowo sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (23/9).
Dia menuturkan saat ini rakyat Gaza yang tak berdosa menangis untuk diselamatkan. Tak hanya itu, Prabowo menekankan jutaan rakyat Gaza juga menghadapi ancaman bahaya hingga kelaparan.
"Saat ini, orang-orang tak berdosa menangis minta tolong, menangis untuk diselamatkan. Siapa yang akan menyelamatkan mereka? Siapa yang akan menyelamatkan orang tak berdosa? Siapa yang akan menyelamatkan para lansia dan perempuan?" tuturnya.
"Jutaan orang menghadapi bahaya saat ini, saat kita duduk di sini, mereka menghadapi trauma, dan kerusakan yang tak tergantikan pada tubuh mereka, mereka sekarat karena kelaparan," sambungnya.
Untuk itu, Prabowo mengajak negara-negara tidak tinggal diam dengan penderitaan rakyat Palestina. Dia meyakini dengan PBB yang kuat, maka kaum lemah tak menderita dan keadilan akan didapatkan.
"Dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang kuat, kita dapat membangun dunia di mana kaum lemah tidak menderita sebagaimana mestinya,
tetapi hidup dalam keadilan yang pantas mereka dapatkan," tutur Prabowo.
Di samping itu, menekankan Indonesia siap mengirimkan 20.000 lebih pasukan penjaga perdamaian ke wilayah-wilayah konflik. Mulai dari, Gaza, Ukraina, Sudan, hingga Libya.
"Jika Dewan Keamanan dan Majelis Umum ini memutuskan, Indonesia siap mengirimkan 20.000 atau lebih putra-putri kami untuk menjaga perdamaian di Gaza. Di Ukraina, di Sudan, Libya, di mana pun perdamaian dijaga," kata Prabowo.
Dia mengatakan saat ini Indonesia pun menjadi salah satu kontributor terbesar untuk pasukan perdamaian PBB. Prabowo menenegaskan Indonesia berkomitmen menjaga perdamaian bukan hanya dengan kata-kata, namun juga tindakan nyata.
"Kami adalah salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian PBB. Kami percaya pada PBB. Dan kami siap membantu, bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan tindakan nyata" jelasnya.