Wow! Prabowo Tour Empat Negara Hasilkan Rp397,5 Triliun Investasi dan Pulangkan Artefak Sejarah

Presiden Prabowo Subianto sukses menuntaskan Prabowo Tour Empat Negara, membawa pulang komitmen investasi triliunan rupiah dan kesepakatan penting lainnya. Apa saja hasilnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wow! Prabowo Tour Empat Negara Hasilkan Rp397,5 Triliun Investasi dan Pulangkan Artefak Sejarah
Lawatan empat negara Presiden Prabowo Subianto rampung, mencatat investasi triliunan rupiah dan capaian diplomatik penting. Simak rincian lengkap perjalanan bersejarah ini! (Merdeka.com)

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah merampungkan Prabowo Tour Empat Negara yang berlangsung dari 19 hingga 27 September. Kunjungan diplomatik ini berhasil mengamankan komitmen investasi triliunan rupiah serta berbagai kesepakatan penting bagi Indonesia.

Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, tujuan utama dari perjalanan ini adalah untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Amerika Serikat. Namun, agenda tersebut berkembang menjadi serangkaian pertemuan bilateral yang strategis di beberapa negara.

Dari tur ini, Indonesia diperkirakan akan menerima suntikan dana investasi yang signifikan, di samping penguatan hubungan diplomatik dan kemitraan ekonomi. Berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga budaya, merasakan dampak positif dari diplomasi aktif yang dijalankan Presiden Prabowo.

Jepang dan Amerika Serikat: Pidato PBB dan Komitmen Investasi Fantastis

Jepang menjadi negara pertama dalam Prabowo Tour Empat Negara, di mana Presiden Prabowo mengunjungi Paviliun Indonesia di Expo Osaka 2025. Kunjungan ini membuahkan hasil yang luar biasa dalam bentuk komitmen investasi.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Rachmat Pambudy, menyatakan bahwa acara lima tahunan tersebut telah mengamankan janji investasi sebesar US$23,8 miliar atau setara dengan Rp397,5 triliun untuk Indonesia. Angka ini menunjukkan potensi ekonomi yang besar dari partisipasi Indonesia di kancah internasional.

Di Amerika Serikat, Presiden Prabowo menyampaikan pidato ketiga di Sidang Umum PBB, mengikuti pidato dari Brasil dan Amerika Serikat. Pidato ini mendapat apresiasi internasional, termasuk dari Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Pagi ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron menelepon Presiden Prabowo dan menyatakan apresiasinya atas pidato Presiden," ujar Wijaya. Selain itu, Prabowo juga bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, yang menegaskan kembali dukungannya untuk pengembangan akademi sepak bola usia muda di Indonesia.

Kanada: Kemitraan Ekonomi Komprehensif dan Relaksasi Tarif

Melanjutkan Prabowo Tour Empat Negara, Presiden Prabowo kemudian terbang ke Kanada, di mana ia disambut oleh Gubernur Jenderal Mary Simon dan bertemu dengan Perdana Menteri Mark Carney. Kunjungan ini menghasilkan penandatanganan Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA).

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Kanada akan melonggarkan 90,5 persen tarif untuk barang dan produk Indonesia. Ini merupakan langkah signifikan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Wijaya menjelaskan bahwa kesepakatan ini akan secara substansial meningkatkan kinerja impor dan perdagangan Indonesia. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang ekspor yang lebih luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Belanda: Penguatan Hubungan Bilateral dan Pengembalian Artefak Bersejarah

Pemberhentian terakhir dalam Prabowo Tour Empat Negara adalah Belanda, di mana Presiden Prabowo diterima oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch. Pertemuan ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga menghasilkan kesepakatan penting.

Pemerintah Belanda menyetujui pengembalian sekitar 30.000 artefak, fosil, dan dokumen sejarah Jawa. Ini merupakan pengakuan atas warisan budaya Indonesia dan upaya berkelanjutan untuk memulihkan aset sejarah bangsa.

"Prosesnya akan segera dilaksanakan, dengan Menteri Kebudayaan menyelesaikan dokumen yang diperlukan dan memastikan pengembalian segera," kata Wijaya. Pengembalian artefak ini menjadi simbol eratnya hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Belanda di bidang kebudayaan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi