Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengumumkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah menuntaskan lawatan penting ke empat negara. Kunjungan diplomatik ini, yang berlangsung sejak 19 September 2025, berhasil mencatat perolehan investasi signifikan bagi Indonesia. Lawatan ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di kancah global, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
Rangkaian kunjungan luar negeri Presiden Prabowo berawal dari kehadirannya di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Selama enam hari perjalanan, Kepala Negara menyambangi empat negara strategis. Setiap persinggahan memiliki agenda khusus yang dirancang untuk kepentingan nasional Indonesia.
Capaian utama dari lawatan ini adalah komitmen investasi triliunan rupiah yang berhasil diamankan, serta penguatan hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat. Keberhasilan ini menunjukkan upaya serius pemerintah dalam menarik modal asing dan memajukan diplomasi ekonomi. Ini adalah langkah konkret untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Investasi Fantastis dari Expo Osaka
Jepang menjadi perhentian pertama Presiden Prabowo dalam lawatan singkatnya. Di sana, Presiden mengunjungi Paviliun Indonesia yang turut serta dalam Expo Osaka 2025, sebuah ajang pameran berskala internasional. Kunjungan ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mempromosikan potensi ekonomi dan pariwisata di kancah global.
Menurut laporan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, keikutsertaan Indonesia di Expo Osaka telah membuahkan hasil yang luar biasa. Tercatat komitmen investasi mencapai 23,8 miliar dolar AS. Angka ini setara dengan sekitar Rp380 triliun, sebuah pencapaian signifikan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Komitmen investasi ini diharapkan dapat terealisasi dalam berbagai sektor, mulai dari infrastruktur hingga industri kreatif. Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan daya tarik investasi Indonesia, tetapi juga efektivitas diplomasi ekonomi yang dijalankan pemerintah. Potensi besar ini akan membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi Dunia untuk Pidato Presiden di PBB
Setelah Jepang, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan ke Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Umum PBB. Beliau mendapat kehormatan untuk menyampaikan pidato pada urutan ketiga, setelah Brasil dan Amerika Serikat. Forum internasional ini menjadi platform penting bagi Indonesia untuk menyuarakan pandangan dan kepentingannya di hadapan 193 negara anggota.
Pidato yang disampaikan Presiden Prabowo di hadapan para pemimpin dunia mendapatkan apresiasi luas. Seskab Teddy Indra Wijaya menyebutkan bahwa banyak pemimpin negara menyatakan kekaguman atas keberanian, ketegasan, dan konkretnya isi pidato tersebut. "Berani, tegas, konkret," ujar Seskab Teddy, mengutip pujian dari Presiden Amerika Serikat, PM Kanada, dan Raja Belanda, serta telepon langsung dari Presiden Macron.
Selain agenda PBB, Presiden Prabowo juga bertemu dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di Amerika Serikat. Pertemuan ini menegaskan dukungan FIFA terhadap pengembangan akademi sepak bola muda di Indonesia. Hal ini sejalan dengan ambisi Indonesia untuk memajukan olahraga sepak bola, terutama menjelang kualifikasi Piala Dunia yang akan datang.
Advertisement
Advertisement
Penguatan Hubungan Ekonomi dengan Kanada
Kunjungan singkat Presiden Prabowo ke Kanada, meskipun tidak bermalam, juga menghasilkan capaian strategis yang penting. Kepala Negara diterima langsung oleh Gubernur Jenderal Mary Simon dan bertemu dengan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. Pertemuan ini menunjukkan tingkat urgensi dan pentingnya hubungan bilateral kedua negara.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia dan Kanada secara resmi menandatangani Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA). Perjanjian ini merupakan tonggak sejarah dalam hubungan perdagangan kedua negara. ICA CEPA diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Kanada.
Seskab menjelaskan bahwa melalui perjanjian ICA CEPA, Kanada akan menghapus tarif untuk 90,5 persen barang dan produk asal Indonesia. Kebijakan ini akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap ekspor Indonesia. Ini adalah peluang besar bagi produk-produk Indonesia untuk bersaing di pasar Kanada.
Advertisement
Advertisement
Pengembalian Artefak Bersejarah dari Belanda
Perjalanan Presiden Prabowo berlanjut ke Belanda, menandai kunjungan istimewa yang memperkuat ikatan sejarah dan budaya. Beliau tidak hanya diterima oleh Raja Willem-Alexander sebagai Kepala Negara Belanda, tetapi juga Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch. Sambutan hangat ini mencerminkan eratnya hubungan bilateral.
Pertemuan resmi tersebut menghasilkan kesepakatan penting terkait pengembalian benda-benda bersejarah. Pemerintah Belanda sepakat untuk mengembalikan sekitar 30 ribu benda dan artefak Jawa bersejarah, termasuk fosil dan dokumen milik Indonesia. Ini adalah momen bersejarah bagi pelestarian warisan budaya bangsa.
Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa proses pengembalian ini akan segera ditindaklanjuti. "Disepakati bahwa Pemerintah Belanda akan mengembalikan sebanyak 30 ribu fosil, artefak, dokumen-dokumen budaya-budaya milik Indonesia," kata Seskab. Kesepakatan ini menunjukkan komitmen Belanda untuk menghormati sejarah dan budaya Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews