Presiden Prabowo Subianto telah kembali ke tanah air, tiba di Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis dini hari, 2 April 2026. Kedatangan Presiden menandai berakhirnya rangkaian lawatan diplomatik yang intensif di dua negara Asia Timur, Jepang dan Korea Selatan. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa rombongan kepresidenan mendarat sekitar pukul 00.01 WIB, setelah bertolak dari Pangkalan Udara Militer Seongnam di Seoul.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambut langsung kepulangan Presiden Prabowo di apron Lanud Halim Perdanakusuma. Gibran, didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, menunjukkan soliditas jajaran pemerintahan dalam menyambut pemimpin negara. Penyambutan ini menjadi momen penting setelah serangkaian pertemuan bilateral dan penandatanganan kerja sama strategis di luar negeri.
Rangkaian lawatan luar negeri Presiden Prabowo ini berlangsung sejak 29 Maret 2026, dimulai dari Jepang dan kemudian dilanjutkan ke Korea Selatan. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan diplomatik, ekonomi, dan pertahanan Indonesia dengan kedua negara maju tersebut. Hasil dari lawatan ini diharapkan membawa dampak positif bagi pembangunan nasional dan posisi Indonesia di kancah global.
Advertisement
Advertisement
Setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Presiden Prabowo Subianto disambut hangat oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Wapres Gibran, mengenakan setelan jas hitam lengkap dengan kopiah, berdiri di ujung tangga pesawat untuk menyambut langsung Presiden. Momen ini menunjukkan eratnya koordinasi dan dukungan dalam kepemimpinan nasional.
Selain Wapres Gibran, sejumlah pejabat tinggi negara juga turut hadir dalam penyambutan tersebut. Mereka adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra. Kehadiran para pimpinan lembaga penting ini menegaskan apresiasi terhadap capaian Presiden selama lawatan.
Presiden Prabowo menyalami satu per satu pejabat yang menyambutnya, dimulai dari Wapres Gibran hingga jajaran pimpinan lainnya. Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha juga turut serta dalam barisan penyambut. Setelah berbincang singkat dengan Dirut Garuda Indonesia, Presiden langsung menuju mobil kepresidenan Maung Garuda untuk meninggalkan lokasi.
Advertisement
Advertisement
Lawatan Presiden Prabowo di Jepang berlangsung dari 29 Maret hingga 31 Maret 2026, dengan agenda padat di Tokyo. Di sana, Presiden Prabowo melakukan pertemuan bersejarah dengan Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran, menandai awal dari serangkaian pertemuan penting. Pertemuan ini menjadi simbol penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang.
Selain itu, Presiden Prabowo juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi untuk membahas berbagai isu strategis. Pertemuan ini dilanjutkan dengan dialog bersama perwakilan pebisnis Indonesia-Jepang, yang bertujuan untuk mendorong investasi dan kerja sama ekonomi. Fokus utama adalah pada peningkatan kemitraan di sektor-sektor kunci.
Dalam kunjungan ke Jepang, Presiden Prabowo turut menyaksikan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama strategis antara pelaku usaha kedua negara. Total nilai perjanjian ini mencapai 23,63 miliar dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp380 triliun. Kesepakatan ini mencerminkan komitmen kuat untuk memperdalam hubungan ekonomi dan investasi antara Indonesia dan Jepang.
Advertisement
Advertisement
Setelah Jepang, Presiden Prabowo melanjutkan lawatan luar negerinya ke Seoul, Korea Selatan. Di ibu kota Korea Selatan, Presiden Prabowo melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Korsel (Blue House) pada Rabu pagi waktu setempat. Pertemuan ini menjadi platform untuk mempererat kemitraan strategis kedua negara.
Dalam kunjungan kenegaraan di Blue House, kedua pemimpin menyepakati peningkatan kerja sama di berbagai sektor vital. Sektor-sektor tersebut meliputi ekonomi, pertahanan, dan kecerdasan buatan (AI), menunjukkan visi bersama untuk masa depan. Kesepakatan ini diharapkan membawa manfaat signifikan bagi pembangunan dan inovasi di kedua negara.
Presiden Prabowo dan Presiden Lee juga menyaksikan penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) kerja sama yang komprehensif. MoU ini mencakup pembentukan dialog strategis khusus, kerja sama ekonomi 2.0, kemitraan mineral kritis, dan pengembangan digital. Selain itu, terdapat juga kerja sama bidang kecerdasan buatan untuk kesehatan dasar, pembangunan manusia, energi bersih, penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS), industri jasa pembangkit lepas pantai, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kerja sama keuangan antara Danantara dan Exim Bank of Korea.
Advertisement
Sumber: AntaraNews