Prabowo, Macron Hingga Erdogan Hadiri KTT Perdamaian Gaza di Mesir
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian di Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin (13/10/2025).
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian di Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin (13/10/2025). KTT yang dihadiri sejumlah pemimpin negara ini khusus membahas soal perdamaian di Gaza.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com dari siaran langsung Youtube Times News, Prabowo tampak tiba di lokasi KTT dengan mengenakan setelan jas abu-abu dan peci hitam pada Senin siang waktu setempat. Dia didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kedatangan Prabowo disambut langsung oleh Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. Keduanya saling berjabat tangan, berbincang sejenak, dan melakukan sesi foto bersama sebelum masuk ke ruang KTT berlangsung.
Sejumlah pemimpin negara juga tampak menghadiri KTT Perdamaian Gaza. Mulai dari, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Turki Recep Tayip Erdogan, Emir Qatar Syekh Thamim bin Hamad Al Thani, Raja Yordania Abdullah II, hingga Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Pada KTT ini, rencananya Prabowo akan menyaksikan upacara penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza.
Sebelumnya, Presiden Abdel Fattah al-Sisi, bersama Presiden AS Donald Trump akan memimpin bersama KTT perdamaian internasional di kota Sharm el-Sheikh, Laut Merah, Mesir pada Senin 13 Oktober 2025.
Dalam pernyataan kepresidenan disebutkan bahwa KTT tersebut akan mempertemukan para pemimpin dari lebih dari 20 negara.
KTT ini bertujuan untuk "mengakhiri perang di Jalur Gaza, meningkatkan upaya untuk membawa perdamaian dan stabilitas ke Timur Tengah, dan mengawali fase baru keamanan dan stabilitas regional," demikian pernyataan tersebut.
KTT ini "dilaksanakan sejalan dengan visi Presiden AS Trump untuk mencapai perdamaian di kawasan dan upayanya yang gigih untuk mengakhiri konflik di seluruh dunia," tambahnya.
Trump mengumumkan pada Rabu bahwa Israel dan Hamas telah menyetujui fase pertama dari rencana 20 poin yang ia susun pada 29 September untuk mencapai gencatan senjata di Gaza.
Tahap pertama mencakup pembebasan semua tawanan Israel yang ditahan di Gaza dengan imbalan sekitar 2.000 tahanan Palestina, dan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari seluruh Jalur Gaza yang mulai berlaku pada Jumat pukul 12.00 siang waktu setempat (09.00 GMT).
Sementara, tahap kedua dari rencana tersebut akan mengatur pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza tanpa partisipasi Hamas, pembentukan pasukan keamanan yang terdiri dari warga Palestina dan pasukan dari negara-negara Arab dan Islam, serta perlucutan senjata Hamas.