Prabowo Bela Hasan Nasbi soal Komunikasi Buruk: Saya yang Salah
Prabowo mengakui terjadi kesalahan dalam pola komunikasi pemerintah terhadap publik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang 7 pemimpin redaksi grup media besar di Indonesia. Mereka berdiskusi selama berjam-jam tentang berbagai hal di Hambalang, Bogor, Minggu (6/4).
Salah satu yang dibahas yakni tentang gaya komunikasi pemerintah dianggap sangat buruk. Termasuk ucapan kontoversial Kepala Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi saat menanggapi teror kepala babi di kantor media, Tempo.
Menanggapi hal itu, Prabowo mengakui terjadi kesalahan dalam pola komunikasi pemerintah terhadap publik. Dia berjanji, akan segera memperbaiki hal tersebut.
“Benar sekali, bahwa 150 hari saya sendiri menurut pendapat saya, saya yang bertanggung jawab. Saya yang salah. Kenapa? Karena begitu kita dapat mandat fokus saya, antusiasme saya, semangat saya, bagaimana bisa dengan waktu sesingkat singkatnya deliver. Orang lapar enggak bisa nunggu. Anak-anak yang lapar enggak bisa nunggu,” jelas Prabowo.
Prabowo mengatakan, pemerintah saat ini menghadapi banyak persoalan. Di antaranya ancaman kekeringan dan banjir. Hal-hal seperti ini yang lebih difokuskan oleh Prabowo saat ini. Mencari pakar dan ahli, membentuk tim untuk mengantisipasi bencana alam.
“Bagaimana menghemat APBN, itu akhirnya tim saya semua kurang, karena kita waktu itu yakin, kalau kita deliver dengan baik, turunkan harga. Masyarakat akan mereka akan percaya sama kita. Ternyata itu, makanya saya anggap itu salah saya,” terang Prabowo.
Orang Baru di Pemerintah
Prabowo akui, politik adalah persepsi. Terkadang, ada orang yang tidak suka dengan pemerintah sehingga membuat narasi yang selalu tidak baik tentang kebijakan yang dilakukannya.
“Karena itu mau saya perbaiki itu,” tegas dia.
Dia tampak memaklumi kesalahan ucap yang dilakukan oleh Hasan Nasbi soal teror kepala babi tersebut. Menurut dia, banyak wajah baru di kalangan menterinya. Sehingga, tidak luput dari sebuah kesalahan.
“Masalah salah ucap tim saya kan orang-orang baru dalam pemerintahan, sebagian menteri senior ada yang dari kabinet lama. Tapi banyak yang baru, jadi mungkin kurang waspada kurang hati-hati dalam mengucap. Saya kira itu yang bisa saya jelaskan. Nanti saya belum ketemu setelah,” terang Prabowo.
Kaget Teror Kepala Babi
Prabowo tahu tentang teror yang terjadi di kantor redaksi Tempo. Dia pun kaget ada pihak yang melakukan hal tersebut.Namun menurut dia, pelakunya adalah orang yang ingin mengadu domba.
“Yang melakukan itu ingin adu domba ingin menciptakan suasana tidak baik,” jelas Prabowo.
Kendati demikian, Prabowo mengakui ucapan Hasan Nasbi teledor. Dia yakin, Hasan menyesal telah mengucapkan hal tersebut.
“Benar ucapannya teledor itu yah, keliru. Saya kira beliau menyesal. Tapi ini alasan yang saya bisa kasih adalah karena baru dalam posisi pemerintahan yang selalu disorot jadi kadang-kadang orang yang dari dunia perencana atau dunia survei atau dunia akademis muncul di panggung publik, kurang cepat menyesuaikan,” kata Prabowo.
“Jadi saya kira itu jawaban saya tapi bahwa komunikasi kurang baik itu sebetulnya saya anggap itu saya yang bersalah, karena fokus kita deliver kerja, Rakyat menunggu,” tutup Prabowo.