Prabowo akan Kumpulkan Menteri Bahas Rencana Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia
Namun, BG belum dapat memastikan kapan digelarnya rapat untuk membahas rencana evakuasi.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan (BG) mengatakan, pihaknya menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto soal rencana evakuasi warga Gaza ke Indonesia.
BG menyebut, Prabowo juga akan mengumpulkan para menteri untuk membahas rencana tersebut.
"Belum. Nanti presiden akan mengumpulkan (menteri-menteri), ada arahan-arahan," kata BG, kepada wartawan di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/4).
Namun, BG belum dapat memastikan kapan digelarnya rapat untuk membahas rencana evakuasi. Sebab, saat ini pemerintah masih memusatkan perhatian kepada negosiasi tarif dengan Pemerintah AS.
"Iya. Karena fokus termasuk negosiasi dengan Amerika masalah ekonomi," ujar dia.
Prabowo Mau Evakuasi Warga Gaza Luka-Luka hingga Trauma
Sebelumnya, rencana evakuasi sementara warga Palestina di Gaza diungkap oleh Prabowo saat jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (9/4) dini hari, sebelum keberangkatannya ke Abu Dhabi, UAE.
Prabowo mengatakan Indonesia siap menampung untuk gelombang pertama lebih kurang 1.000 orang warga Palestina di Gaza, terutama mereka yang luka-luka, mereka yang mengalami trauma, dan anak-anak yatim piatu.
"Kami siap akan kirim pesawat-pesawat untuk angkut mereka. Kami perkirakan jumlahnya 1.000 untuk gelombang pertama," kata Prabowo.
Namun, Presiden menekankan rencana itu hanya dapat berjalan manakala mendapatkan persetujuan dari otoritas Palestina, pihak-pihak terkait, dan wajib memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan.
"Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini. Kedua, mereka di sini hanya sementara sampai pulih kembali dan pada saat pulih dan sehat kembali, kondisi Gaza sudah memungkinkan, mereka harus kembali ke daerah mereka berasal. Saya kira itu sikap Pemerintah Indonesia. Untuk itu, saya harus konsultasi kepada pemimpin daerah tersebut," imbuh Prabowo.
Rencana Evakuasi Warga Gaza Tuai Polemik
Rencana Prabowo mengevakuasi warga Gaza ke Indonesia memantik polemik. Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, hingga Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) meminta pemerintah mengkaji ulang rencana tersebut.
Ketua PP Muhammadiyah bidang UMKM, pemberdayaan masyarakat dan lingkungan hidup, Anwar Abbas justru mengaitkan rencana Prabowo itu dengan keinginan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengosongkan wilayah Gaza dari orang Palestina.
Sementara Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) mengatakan, jika konteks Prabowo adalah merelokasi, maka kebijakan Indonesia itu sebagai langkah blunder.
Sebab merelokasi warga Gaza dari tanah kelahirannya ke luar Palestina sama saja dengan upaya mewujudkan mimpi Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu untuk mengusir warga Gaza, Palestina.
Menurut Gus Ulil, perjuangan bangsa Palestina saat ini adalah dengan cara bertahan di negara tersebut terutama di Gaza. Gus Ulil juga mengungkap pesan dari Penasihat Presiden Palestina Mahmoed Al-Habbash yang berkunjung ke PBNU beberapa waktu lalu.