Pemerintah Berencana Evakuasi Warga Gaza, TB Hasanuddin Ingatkan Tujuan Besar Israel

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengingatkan Pemerintah untuk mempertimbangkan matang terkait rencana evakuasi warga Gaza korban perang ke Indonesia.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
Pemerintah Berencana Evakuasi Warga Gaza, TB Hasanuddin Ingatkan Tujuan Besar Israel
Pemerintah Berencana Evakuasi Warga Gaza, TB Hasanuddin Ingatkan Tujuan Besar Israel (Merdeka.com)

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengingatkan Pemerintah untuk mempertimbangkan matang terkait rencana evakuasi warga Gaza korban perang ke Indonesia.

"Mengevakuasi mereka itu niat baik yang harus diapresiasi. Tapi harus dipertimbangkan secara matang. Apakah mereka yang dievakuasi itu warga Palestina yang sakit, terluka, dan bisa dipulihkan, lalu dengan mudah kembali ke tanah airnya?" kata TB dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (11/4).

Anggota Komisi DPR yang membidangi urusan pertahanan dan hubungan internasional itu tersebut menyoroti kemungkinan Israel akan menghalangi warga Palestina yang telah dirawat di Indonesia untuk kembali ke tanah airnya.

Menurut Kang TB, hal ini justru bisa berujung pada pelemahan eksistensi warga Palestina di wilayahnya sendiri.

"Kalau mereka tidak bisa kembali, justru ini bisa sejalan dengan upaya penghapusan etnis (genosida) yang dilakukan Israel. Karena tujuan Israel adalah merebut wilayah dan mengusir warga Palestina," tegas Legislator dari Dapil Jawa Barat IX itu.

Selain itu, TB menegaskan bahwa mendukung kemerdekaan Palestina adalah bagian dari amanat konstitusi bangsa Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

"Tugas sejarah kita adalah mendorong dan mendukung bangsa-bangsa untuk merdeka. Itu jelas disebutkan dalam Pembukaan UUD 1945. Maka dari itu, dalam konteks kemerdekaan Palestina, Indonesia wajib memberikan dukungan, termasuk bantuan kemanusiaan," ujar TB.

Dia menjabarkan bahwa kemerdekaan Palestina adalah hak dasar yang harus diwujudkan, yakni merdeka di tanah air mereka sendiri, bukan di tempat lain.

"Kemerdekaan itu harus didapatkan oleh bangsa Palestina, merdeka di tanahnya sendiri yang menjadi hak mereka. Kita tidak boleh membiarkan mereka terusir," tuturnya.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan mengevakuasi warga Gaza di Palestina ke Indonesia. Prabowo menyebut akan mengevakuasi 1.000 orang pertama jika memungkinkan.

TB Hasanuddin pun mempertanyakan, apakah evakuasi besar-besaran ini merupakan kebutuhan mendesak dari warga Palestina, atau justru agenda terselubung pihak luar.

"Apa yang sebenarnya dibutuhkan Palestina? Apakah bantuan medis, logistik atau evakuasi besar-besaran seperti yang pernah diusulkan Donald Trump? Kalau itu sejalan dengan ide Trump, patut kita waspadai. Karena pasti ada tujuan lain di baliknya," ucap TB.

TB Hasanuddin juga mengingatkan jika proses evakuasi tidak disertai dengan jaminan pemulangan, maka sebaiknya langkah tersebut ditunda.

"Mengevakuasi ribuan orang ke Indonesia harus dipikirkan dampak, efek, dan mekanisme pemulangannya. Kalau tidak bisa kembali, sebaiknya jangan dilakukan. Biarkan mereka merdeka di negerinya sendiri, dan kita harus mendukung sepenuhnya," tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo berencana mengevakuasi warga Gaza, Palestina, yang terluka akibat serangan Israel di wilayah tersebut. Sebanyak 1.000 warga Gaza yang akan dijemput pada gelombang pertama, disediakan pesawat untuk melakukan penjemputan.

Mereka rencananya dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di Indonesia. Prabowo menyebut fasilitas RS di Indonesia lebih representatif dibandingkan rumah sakit darurat yang sekarang banyak berdiri di Gaza.

"Kami juga siap menerima korban-korban yang luka-luka, dan nanti segera kirim Menlu untuk diskusi dengan pemerintah Palestina, dengan pihak daerah tersebut bagaimana pelaksanaannya untuk kami siap evakuasi mereka yang luka-luka," kata Prabowo, Rabu (9/4).

Pernyataan Prabowo ini kemudian diperdalam oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. Dalam konteks bantuan kemanusiaan, Indonesia menyatakan kesiapan untuk membantu secara aktif, termasuk kemungkinan mengevakuasi sementara korban luka-luka, anak-anak yatim piatu, dan pelajar-pelajar yang terdampak konflik ke Indonesia, selama hal tersebut diminta dan disetujui oleh semua pihak terkait.

"Jika diminta, jika dibutuhkan, Indonesia siap untuk melakukan upaya-upaya dalam rangka mencapai perdamaian itu tadi, dan dalam rangka kesiapan itu juga dan kesinambungan bantuan kemanusiaan dari Indonesia, kita siap jika ada warga Gaza yang perlu dievakuasi," jelas Sugiono.

Sugiono menyebut, bantuan tersebut sepenuhnya merupakan bentuk kepedulian dan kemanusiaan Indonesia.

"Kita ingin menyampaikan rasa kepedulian dan kemanusiaan. Kita siap jika dibutuhkan untuk menampung korban-korban luka, anak yatim, kemudian anak-anak, pelajar-pelajar untuk dirawat di Indonesia dan pada saatnya mereka juga harus kembali ke Gaza," ujarnya.

Saat ini, konsultasi masih berlangsung antara Prabowo dan para pemimpin negara di kawasan. Hasil dari konsultasi tersebut akan menjadi dasar pertimbangan untuk menentukan langkah dan mekanisme selanjutnya.

"Jadi saat ini perlu saya jelaskan juga, ini kan kita masih berkonsultasi. Beliau masih berkonsultasi dengan pemimpin-pemimpin di kawasan ini. Hasil konsultasi itulah nanti jadi pertimbangan untuk keputusan terakhirnya seperti apa. Semuanya harus sepakat, semuanya setuju. Kalau ada yang tidak setuju berarti no deal," imbuh dia.

Rekomendasi