Pangkal Pinang Disiapkan Jadi Lokasi Penampungan Warga Gaza
Kemensos masih menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah wilayah sebagai lokasi penampungan sementara bagi warga Gaza, Palestina, yang akan dievakuasi ke Indonesia. Salah satu lokasi yang dipersiapkan adalah Pangkal Pinang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Ya salah satunya, salah satunya yang kita persiapkan itu di Pangkal Pinang," kata Gus Ipul di Jalan Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, Minggu (20/4).
Gus Ipul mengatakan pihaknya masih menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut Kementerian Sosial diminta bersiap jika sewaktu-waktu ada instruksi evakuasi.
"Kalau itu belum ada (arahan), cuma kita tentu siap-siap. Ya diajak oleh Mensesneg untuk siap-siap, siapa tahu nanti ada arahan dari Presiden," ujarnya.
Menurut Gus Ipul, Kementerian Sosial memiliki sejumlah fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mengevakuasi dan menampung sementara warga Gaza di Indonesia.
"Tentu Kementerian Sosial punya beberapa fasilitas ya, kalau toh itu misalnya nanti ada arahan yang bisa digunakan untuk evakuasi warga Gaza. Itu pun semua amat tergantung pada arahan Presiden," jelasnya.
Ma'ruf Amin: Kalau Sulit, Kita Bisa Kirim Bantuan
Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin menanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengevakuasi warga Gaza, Palestina ke Indonesia. Menurut dia, memindahkan warga Gaza dari wilayahnya bukanlah hal yang mudah.
"Buat memindahkan juga hal yang tidak mudah kan. Tapi juga bantu disana juga tidak mudah," kata Ma'ruf Amin usai Halal Bihalal di kediaman Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Jalan Widya Chandra IV Jakarta Selatan, Minggu (20/4).
Selain mengevakuasi, dia mengatakan, Pemerintah Indonesia juga bisa mengirimkan bantuan kepada warga Gaza. Ma'ruf menuturkan hal terpenting yakni, Indonesia turut terlibat membantu kesulitan yang dialami warga Gaza
Ma'ruf menilai tak masalah apabila pemerintah Prabowo bisa mengevakuasi warga Gaza ke Indonesia. Namun apabila hal tersebut sulit, Indonesia dapat mengirimkan bantuan kepada warga Gaza.
"Saya kira yang penting itu bagaimana mengatasi kesulitan yang ada di Gaza dengan cara apapun. Kalau itu bisa menyelesaikan, ya tidak ada masalah. Tapi kalau memang itu sulit, saya kira kita memberi bantuan kepada masyarakat disana," jelas Ma'ruf.
"Jadi, mana yang paling mungkin kita memberi bantuan," sambung dia.
Indonesia Siap Tampung Korban Gaza
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk menampung sementara korban luka-luka dan warga terdampak konflik di Gaza. Pernyataan ini disampaikannya menjelang kunjungan kenegaraan ke sejumlah negara Timur Tengah, termasuk UEA, Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania.
“Kami juga siap menerima korban-korban yang luka-luka, dan nanti segera kirim Menlu untuk diskusi dengan pemerintah Palestina, dengan pihak daerah tersebut, bagaimana pelaksanaannya untuk kami siap evakuasi mereka yang luka-luka,” ujar Prabowo di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (9/4/2025).
Prabowo juga menyebut, Indonesia siap menerima anak-anak yatim piatu dan korban trauma lainnya, dengan ketentuan mereka hanya ditampung sementara.
“Mereka yang kena trauma, anak-anak yatim piatu, siapapun boleh, pemerintah Palestina dan pihak terkait di situ mereka ingin dievakuasi ke Indonesia, kami siap akan kirim pesawat-pesawat untuk angkut mereka,” tambahnya.
“Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini. Kedua, mereka di sini hanya sementara, sampai pulih kembali, dan pada saat pulih dan sehat kembali, kondisi Gaza sudah memungkinkan, mereka harus kembali ke daerah mereka asal,” tegas Prabowo.
Dalam lawatannya ke Timur Tengah, Prabowo mengaku telah berdiskusi dengan para pemimpin negara sahabat terkait rencana evakuasi sekitar 1.000 warga Gaza ke Indonesia. Ia optimistis akan ada kemajuan positif dalam waktu dekat.
"Alhamdulillah kita dapat update yang jernih. Kita berharap mungkin dalam waktu dekat akan ada terobosan ke arah yang baik. Tentunya kita harus menghitung dan membela kepentingan semua pihak, terutama kepentingan rakyat Palestina," jelas Prabowo usai bertemu Raja Yordania Abdullah II di Istana Al Husseiniya, Amman, Yordania, Senin (14/4/2025).