FOTO: Menanti Tahun Baru di Tengah Krisis Gaza
Pengungsi Palestina di Jalur Gaza menyambut Tahun Baru 2026 di tengah krisis kemanusiaan dan kondisi yang serba sulit.
Pergantian tahun 2026 disambut dalam suasana penuh keterbatasan oleh para pengungsi Palestina di Deir El-Balah, Jalur Gaza Tengah. Di tengah kondisi yang serba sulit, seniman Yazed Abo Jarad menciptakan patung pasir bertema tahun baru sebagai simbol harapan dan ketahanan. Aktivitas ini berlangsung pada 30 Desember 2025, saat warga berupaya mempertahankan semangat menyongsong tahun yang baru meski berada dalam situasi darurat kemanusiaan.
Sejak dimulainya gencatan senjata yang rapuh pada Oktober, konflik bersenjata yang berlangsung selama dua tahun antara Israel dan Hamas untuk sementara terhenti. Namun, ketegangan masih terasa dengan adanya saling tuding pelanggaran kesepakatan. Kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil membuat kehidupan pengungsi tetap berada dalam ketidakpastian, terutama menjelang pergantian tahun.
Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza masih menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Cuaca ekstrem berupa hujan deras, angin kencang, dan suhu dingin memperparah keadaan para pengungsi yang tinggal di tempat penampungan darurat. Situasi ini dilaporkan menyebabkan bertambahnya korban jiwa, terutama di kalangan kelompok rentan.
Sejak serangan meluas pada Oktober 2023, konflik telah menimbulkan dampak besar terhadap penduduk sipil. Lebih dari 71 ribu orang dilaporkan meninggal dunia, mayoritas perempuan dan anak-anak, sementara ratusan ribu lainnya mengalami luka-luka dengan banyak kasus cedera permanen. Sekitar 1,9 juta penduduk, atau hampir seluruh populasi Gaza, tercatat pernah mengungsi setidaknya satu kali.
Di tengah angka-angka tersebut, pergantian tahun menjadi momen refleksi sekaligus harapan akan perbaikan kondisi dan masa depan yang lebih aman.