FOTO: Lampion Mulai Dinyalakan Jelang Ramadan di Kamp Pengungsi Gaza
Lampion Ramadan mulai dipasang dan menerangi tenda pengungsi Palestina di Kamp Bureij, Jalur Gaza.
Sejumlah pengungsi muda Palestina memegang lampion berwarna-warni saat dekorasi Ramadan dipasang di sekitar tenda mereka di Kamp Pengungsi Bureij, Jalur Gaza bagian tengah, Minggu (15/02/2026). Di tengah hamparan tenda dan kondisi serba terbatas, cahaya lampion menghadirkan suasana hangat menjelang bulan suci.
Anak-anak tampak antusias menggantung hiasan sederhana di antara tali-tali penyangga tenda. Bagi mereka dan keluarga yang tinggal di lokasi pengungsian, tradisi menyambut Ramadan tetap dijaga sebisanya. Momen tersebut menjadi ruang kecil untuk merasakan kebersamaan di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.
Kamp pengungsian itu menjadi tempat berlindung bagi warga yang terdampak konflik berkepanjangan antara Israel dan kelompok Hamas. Eskalasi kekerasan yang meningkat sejak Oktober 2023 menyebabkan kerusakan luas dan memaksa banyak keluarga meninggalkan rumah mereka.
Upaya meredakan konflik dilakukan melalui gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dan mulai berlaku pada Oktober tahun lalu. Kesepakatan tersebut bertujuan menghentikan pertempuran serta menurunkan intensitas pemboman di Gaza. Sejak diberlakukan, tingkat kekerasan dilaporkan menurun dibandingkan periode sebelumnya, meski proses pemulihan dan distribusi bantuan kemanusiaan masih menghadapi tantangan.
Di tengah kondisi pengungsian, persiapan Ramadan menjadi simbol ketahanan warga. Lampion yang menerangi sela-sela tenda bukan sekadar hiasan, melainkan penanda harapan akan masa depan yang lebih aman dan stabil. Dalam kesederhanaan, cahaya kecil itu mencerminkan upaya mempertahankan tradisi dan optimisme di tengah ketidakpastian.