FOTO: Ramadan di Tengah Pengungsian Gaza
Pengungsi Palestina di Khan Younis, Gaza menyambut Ramadan pertama pascagencatan senjata dengan berbuka puasa di tengah keterbatasan.
Hari pertama bulan suci Ramadan diwarnai suasana yang penuh harap di Khan Younis, Jalur Gaza, Rabu (18/02/2026) waktu setempat. Sejak sore, para pengungsi Palestina memadati dapur umum untuk mendapatkan sumbangan makanan berbuka puasa. Antrean panjang terlihat di sejumlah titik distribusi, mencerminkan besarnya kebutuhan warga yang masih hidup dalam keterbatasan.
Relawan membagikan makanan sederhana kepada keluarga-keluarga yang telah berbulan-bulan tinggal di tenda pengungsian. Bagi banyak warga, bantuan tersebut menjadi satu-satunya hidangan yang dapat mereka santap saat azan magrib berkumandang. Ketergantungan terhadap bantuan kemanusiaan masih tinggi, seiring kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
Di sudut lain kawasan pengungsian, Camellia Al-Zamli bersama suaminya, Walid Al-Zamli, menikmati hidangan berbuka di depan tenda mereka. Dengan peralatan seadanya, keluarga itu berupaya menghadirkan suasana Ramadan yang hangat. Kebersamaan sederhana di tengah pengungsian menjadi cara mereka menjaga tradisi dan semangat bulan suci.
Ramadan tahun ini memiliki makna tersendiri bagi warga Gaza. Ini merupakan Ramadan pertama sejak kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang dimediasi Amerika Serikat pada 10 Oktober 2025. Meski intensitas konflik mereda, dampak perang yang melanda hampir seluruh wilayah Gaza masih terasa dalam kehidupan sehari-hari. Banyak warga kehilangan anggota keluarga serta tempat tinggal akibat konflik berkepanjangan. Namun, antusiasme menyambut Ramadan tetap terlihat.
Warga berupaya mempertahankan tradisi berbuka bersama dan mempererat solidaritas di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil. Di balik antrean bantuan dan deretan tenda pengungsian, Ramadan di Gaza kali ini menjadi simbol ketahanan dan harapan. Masyarakat berusaha menata kembali kehidupan mereka, sembari menyambut bulan suci dengan doa dan kebersamaan.