Organisasi amal itu mengolah bahan-bahan makanan menjadi hidangan yang siap saji di sebuah dapur umum untuk membantu para pengungsi yang akan berbuka puasa selama Ramadan.
Seorang pria mengaduk masakan di sebuah panci besar saat menyiapkan hidangan makanan untuk pengungsi Palestina di Rafah di Jalur Gaza selatan pada 16 Maret 2024. Foto: SAID KHATIB / AFP
Hingga menit ini kondisi pengungsi warga Palestina di Rafah masih memprihatinkan di tengah krisis pangan akibat serangan Israel. Foto: SAID KHATIB / AFP
Advertisement
Advertisement
Untuk mendapatkan makanan, mereka harus mengantre panjang. Foto: SAID KHATIB / AFP
Bahkan beberapa waktu lalu sampai ada yang berebut antrean untuk mendapatkan makanan. Foto: SAID KHATIB / AFP
Advertisement
Makanan yang diolah di sebuah dapur umum itu dikelola oleh organisasi amal yang bertugas memasakkan bahan makanan untuk membantu para pengungsi yang akan berbuka puasa selama bulan suci Ramadan, di Rafah. Foto: SAID KHATIB / AFP
Saat mengantre, mereka membawa wadah kosong untuk menerima pembagian makanan berupa bubur untuk berbuka puasa. Foto: SAID KHATIB / AFP
Advertisement
Anak-anak bersama pengungsi Palestina lainnya harus sabar mengantre untuk mendapatkan makanan berbuka puasa. Foto: SAID KHATIB / AFP
Bahkan untuk menghindari antrean panjang mereka sampai rela berdiri lama di depan panci besar itu untuk menunggu sampai makanan dibagikan. Foto: SAID KHATIB / AFP
Ekpresi tiga anak Palestina yang tampak bahagia usai menerima makanan tersebut dari organisasi amal yang memasakkan makanan untuk para pengungsi di Rafah, Jalur Gaza selatan. Foto: SAID KHATIB / AFP