FOTO: Africa Day Perkuat Hubungan Ekonomi Indonesia dan Afrika
Negara-negara Afrika memanfaatkan perayaan Africa Day 2026 di Jakarta untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Indonesia.
Perayaan Africa Day 2026 di Jakarta menjadi momentum bagi negara-negara Afrika untuk memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik dengan Indonesia di tengah situasi geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian. Hubungan historis sejak Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung turut menjadi landasan penting dalam pengembangan kerja sama kedua kawasan.
Dalam resepsi diplomatik yang digelar di Hotel Four Seasons Jakarta pada Jumat malam, perwakilan dari 54 negara Afrika hadir untuk mempererat hubungan bilateral dengan Indonesia. Sejumlah sektor strategis menjadi fokus kerja sama, mulai dari e-commerce, e-banking, hingga investasi energi gas yang telah berjalan di Tanzania.
Negara-negara Afrika juga memandang Indonesia memiliki posisi penting sebagai mitra pembangunan di kawasan Global South. Potensi sumber daya alam yang besar serta dominasi populasi usia muda di Afrika dinilai menjadi kekuatan ekonomi yang dapat dikembangkan bersama Indonesia di masa mendatang.
Hubungan Indonesia dan negara-negara Afrika dinilai memiliki kedekatan historis yang kuat sejak Indonesia mendukung perjuangan kemerdekaan negara-negara Afrika pada era Konferensi Asia-Afrika 1955. Kedekatan tersebut hingga kini masih menjadi fondasi hubungan diplomatik dan ekonomi kedua pihak.
Acara Africa Day 2026 turut dihadiri masyarakat sipil yang memiliki hubungan dengan berbagai kedutaan besar negara Afrika di Jakarta. Lobi Hotel Four Seasons dipenuhi tamu dari kalangan diplomatik, pelajar, pebisnis, hingga keluarga yang hadir bersama anak-anak mereka.
Beragam cerita dan pengalaman juga mewarnai perhelatan tersebut. Sejumlah pengusaha ekspor-impor, warga negara Afrika yang tinggal di Jakarta, aktivis lingkungan, hingga pelajar dari berbagai negara Afrika tampak berinteraksi di area pameran budaya yang menampilkan berbagai barang tradisional khas Afrika.
Dalam acara itu, berbagai kerajinan tradisional dari Mesir, Afrika Selatan, Tunisia, dan Rwanda turut dipamerkan melalui sejumlah booth budaya. Meski belum diperjualbelikan kepada pengunjung, produk-produk tersebut direncanakan akan dipasarkan dalam agenda pameran internasional berikutnya.