Momen penuh kegembiraan menghiasi Kota Rafah, Gaza, ketika warga Palestina menggelar acara Buka Puasa Massal yang berlangsung dengan penuh khidmat. Acara ini diadakan untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di tengah situasi yang sulit. Foto: MOHAMMED ABED / AFP
Acara buka puasa massal ini diselenggarakan oleh anggota kamp pengungsi Barbara, di sepanjang jalan Kota Rafah di Jalur Gaza selatan pada 24 Maret 2024. Foto: MOHAMMED ABED / AFP
Dalam suasana yang penuh kehangatan ini, relawan dari organisasi kemanusiaan setempat turut bergabung. Mereka membantu dalam menyediakan makanan dan minuman, serta memastikan semua orang dapat menikmati hidangan. Foto: MOHAMMED ABED / AFP
Selama acara berlangsung, suasana terlihat penuh dengan kegembiraan. Hal itu dapat dilihat dari wajah-wajah warga Gaza yang menikmati hidangan buka puasa yang disediakan. Foto: MOHAMMED ABED / AFP
Hidangan itu dimasak oleh relawan dari organisasi kemanusiaan yang juga seorang pengungsi Barbara yang menyajikan makanan bagi orang-orang yang berbuka puasa di bulan suci Ramadan di Rafah. Foto: MOHAMMED ABED / AFP
Di dapur umum ini para relawan mengolah bahan-bahan makanan untuk warga Palestina.
Momen buka puasa massal itu juga berlangsung di tengah suara dentuman bom Israel yang masih mengantam tanah Palestina di Gaza. Foto: MOHAMMED ABED / AFP
Suasana khidmat terlihat saat warga pengungsi Palestina menikmati hidangan saat buka puasa massal di Kota Rafah, Gaza selatan. Foto: MOHAMMED ABED / AFP
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali menunjukkan komitmennya dengan menyalurkan 74.228 porsi hidangan buka puasa bagi warga Palestina di Jalur Gaza selama Ramadhan 1447 H, menghadirkan Bantuan Baznas Palestina di tengah krisis kemanusiaan.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendistribusikan 74.228 porsi makanan buka puasa bagi masyarakat Palestina di Jalur Gaza selama Ramadhan 1447 H, menunjukkan komitmen kemanusiaan di tengah situasi darurat yang berkelanjutan.
Di tengah reruntuhan yang menjadi saksi bisu serangan udara Israel, warga Palestina di Jalur Gaza berkumpul untuk melaksanakan salat Iduladha apa adanya.
ICRC peringatkan ribuan jenazah di Gaza terancam tak teridentifikasi permanen karena lambatnya evakuasi dan minimnya alat berat, menolak hak keluarga mengetahui nasib orang terkasih.
Hingga mendekati pertengahan 2026, kebutuhan pendanaan kemanusiaan untuk Gaza dan Tepi Barat sebesar 4,1 miliar dolar AS baru terpenuhi kurang dari 15 persen.