Polres Sumedang Gunakan Alat Berat Evakuasi Truk Batu Bara yang Terjun ke Jurang
Kepolisian Resor Sumedang mengerahkan alat berat jenis crane untuk evakuasi truk bermuatan batu bara yang masuk jurang sedalam 25 meter di Jalan Bandung Cirebon, Sumedang, setelah alami kendala kopling.
SUMEDANG – Sebuah truk pengangkut batu bara mengalami kecelakaan tunggal dan terjun ke jurang sedalam kurang lebih 25 meter di Jalan Bandung Cirebon, tepatnya di Kampung Cigendel, Kabupaten Sumedang. Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu, sekitar pukul 15.00 WIB, memicu respons cepat dari pihak kepolisian setempat.
Kepolisian Resor (Polres) Sumedang segera turun tangan untuk menangani insiden tersebut, dengan fokus utama pada proses evakuasi kendaraan. Mengingat kedalaman jurang yang ekstrem, petugas memutuskan untuk menggunakan alat berat guna mempercepat dan mengamankan operasi penyelamatan.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan sopir truk dilaporkan selamat tanpa mengalami luka serius. Meskipun demikian, kondisi truk mengalami kerusakan parah akibat benturan keras saat terperosok ke dasar jurang yang curam.
Proses Evakuasi dan Penggunaan Alat Berat
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sumedang, Ipda Arief, menjelaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi untuk mendatangkan alat berat jenis crane. Penggunaan crane ini menjadi krusial mengingat posisi truk yang berada di kedalaman sekitar 25 meter, menyulitkan evakuasi secara manual.
“Untuk evakuasi kita segera lakukan, saat ini kami menggunakan crane karena kendaraan berada di jurang dengan kedalaman kurang lebih 25 meter,” ujar Ipda Arief. Langkah ini diambil untuk memastikan proses pengangkatan kendaraan dapat berjalan efektif dan efisien.
Petugas menilai, evakuasi manual akan sangat berisiko dan tidak memungkinkan dilakukan dengan aman. Oleh karena itu, pengerahan alat berat menjadi solusi terbaik demi menghindari potensi bahaya tambahan bagi petugas maupun pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Kronologi Kecelakaan dan Kondisi Sopir Truk
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun oleh kepolisian, kecelakaan bermula ketika truk melaju dari arah Cirebon menuju Bandung. Saat melintasi jalur yang menanjak dan menikung, truk tersebut diduga mengalami kendala teknis pada sistem koplingnya.
“Diduga terjadi kendala pada kopling ketika pengemudi hendak mengoper persneling, sehingga kendaraan mundur, menabrak pohon di tepi jalan, lalu terjun ke jurang,” tambah Ipda Arief. Kejadian ini berlangsung sangat cepat dan tidak terhindarkan.
Meskipun truk mengalami kerusakan cukup parah, sopir truk dilaporkan selamat dan tidak menderita luka-luka serius. Ini menjadi kabar baik di tengah insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar di jalur rawan.
Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas di Lokasi
Selama proses evakuasi berlangsung, petugas kepolisian dari Polres Sumedang juga aktif melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kemacetan panjang di ruas Jalan Bandung Cirebon yang padat.
Pengaturan lalu lintas dilakukan secara cermat untuk memastikan kelancaran kendaraan lain yang melintas, sekaligus menjaga situasi di sekitar lokasi tetap kondusif. Kehadiran petugas di lapangan sangat membantu dalam mengelola dampak dari kecelakaan ini.
Upaya pengamanan ini juga penting untuk melindungi area evakuasi dari kerumunan warga yang ingin menyaksikan, sehingga tim penyelamat dapat bekerja tanpa hambatan. Koordinasi yang baik antarunit kepolisian menjadi kunci keberhasilan penanganan insiden ini.
Sumber: AntaraNews