Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara telah mengambil serangkaian langkah penanganan untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di Jembatan BKT Rorotan. Kemacetan ini terutama terasa parah saat jam sibuk, baik pagi maupun sore hari, mengganggu kelancaran mobilitas warga.
Kepala Sudinhub Jakarta Utara, Rudi Saptari Sulesuryana, menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan menjadi pemicu utama masalah ini. Jembatan tersebut berfungsi sebagai jalur alternatif vital yang menghubungkan wilayah Jakarta dengan Bekasi di bagian timur.
Kondisi jalan utama di Bekasi yang tergenang banjir dan mengalami kerusakan membuat banyak pengendara beralih menggunakan jalur Jembatan BKT Rorotan. Hal ini menyebabkan penumpukan kendaraan yang signifikan, terutama dari arah Bekasi menuju Jakarta.
Advertisement
Advertisement
Jembatan BKT Rorotan menjadi titik krusial kemacetan karena perannya sebagai penghubung strategis antara Jakarta dan Bekasi. Banyak pengendara memilih jalur ini sebagai alternatif, khususnya ketika rute utama di Bekasi mengalami kendala.
Rudi Saptari Sulesuryana menegaskan bahwa lonjakan volume kendaraan sangat terasa pada jam sibuk pagi dan sore hari. Banyak pengguna jalan dari arah timur, khususnya Bekasi, beralih ke jembatan ini untuk menuju Jakarta.
Kapasitas jalan di Jembatan BKT Rorotan yang terbatas tidak sebanding dengan peningkatan jumlah kendaraan yang melintas. Kondisi ini diperparah oleh pengendara yang sering berebut ruang, memicu penumpukan dan kemacetan parah.
Advertisement
Data menunjukkan bahwa volume kendaraan pada pagi hari bisa mencapai tiga kali lipat dari kondisi normal, meski belum ada pencacahan resmi. Pemandangan satu jembatan penuh oleh kendaraan menjadi hal yang lumrah setiap pagi.
Advertisement
Untuk mengatasi kemacetan, Sudinhub Jakarta Utara menerapkan pemisahan lajur di atas jembatan menggunakan barier sementara. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan ketertiban lalu lintas dan mengurangi perebutan ruang antar kendaraan.
Rudi Saptari menjelaskan bahwa efektivitas penggunaan barier sementara akan terus dipantau. Jika terbukti efektif dalam mengurai kemacetan, pembatas tersebut akan diganti dengan barier beton yang lebih permanen.
Selain pemasangan barier, Sudinhub Jakarta Utara juga menugaskan petugas pengaturan lalu lintas di lokasi. Petugas disiagakan pada jam-jam padat, yaitu pagi hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB, dan sore hari dari pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Advertisement
Penempatan petugas ini diharapkan dapat membantu mengatur arus kendaraan secara langsung. Upaya kolaboratif antara pemasangan infrastruktur sementara dan kehadiran petugas di lapangan menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas di Jembatan BKT Rorotan.
Sumber: AntaraNews