Evakuasi Truk Puri Kembangan Bermuatan 37 Ton Terkendala, Macet Parah Tak Terhindarkan
Upaya evakuasi truk bermuatan 37 ton yang terperosok di selokan Puri Kembangan, Jakarta Barat, masih terkendala hingga tengah malam, menyebabkan kemacetan parah di lokasi.
Truk bermuatan 37 ton yang terperosok ke selokan di kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat, sejak Jumat pagi masih belum berhasil dievakuasi hingga tengah malam. Insiden ini menyebabkan kemacetan lalu lintas yang signifikan di area tersebut. Warga sekitar bahkan harus turun tangan membantu mengatur arus kendaraan yang tersendat.
Proses evakuasi kendaraan besar ini menghadapi berbagai hambatan, terutama karena bobot muatan yang sangat berat dan kondisi lokasi kejadian. Petugas dari Unit Lalu Lintas Polsek Kembangan telah berupaya maksimal namun belum membuahkan hasil. Kendala teknis dan keselamatan menjadi faktor utama tertundanya penarikan truk.
Menurut Aipda Zulkarnain dari Polsek Kembangan, salah satu penyebab insiden adalah sopir truk yang diduga salah mengambil jalur setelah mengikuti arahan yang keliru. Lokasi kejadian yang merupakan bekas galian dengan kondisi tanah rapuh semakin memperparah situasi, membuat truk sulit ditarik keluar.
Kendala Beratnya Muatan dan Faktor Keselamatan
Petugas Unit Lalu Lintas Polsek Kembangan, Aipda Zulkarnain, mengungkapkan bahwa proses evakuasi truk di Puri Kembangan sangat sulit. Berat muatan keramik yang mencapai 37 ton, belum termasuk bobot kendaraan itu sendiri, menjadi tantangan utama. Upaya menggunakan derek besar dari Dinas Perhubungan (Dishub) pun tidak mampu mengangkat truk tersebut.
Selain bobot, faktor keselamatan juga menjadi perhatian serius di lokasi kejadian. Zulkarnain menjelaskan bahwa crane sempat akan digunakan untuk membantu evakuasi. Namun, keberadaan kabel listrik di atas area truk terperosok berisiko tinggi menyebabkan sengatan listrik, sehingga penggunaan crane dibatalkan. Kondisi ini memperumit opsi evakuasi yang tersedia.
Insiden ini bermula ketika sopir truk hendak menuju Cengkareng namun salah mengambil jalur setelah mengikuti arahan seseorang yang ternyata tidak mengetahui kondisi jalan. Sopir mengambil sisi kiri untuk menghindari mobil lain, namun area tersebut adalah bekas galian dengan tanah yang rapuh, menyebabkan truk terperosok ke selokan.
Dampak Kemacetan dan Harapan Evakuasi Segera
Terperosoknya truk di Puri Kembangan berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi. Sejak Jumat pagi, kemacetan parah tak terhindarkan karena badan jalan menyempit akibat posisi truk yang miring. Warga sekitar, seperti Adi, merasakan betul parahnya kemacetan yang terjadi sejak subuh.
Untuk mengatasi kendala evakuasi, petugas saat ini tengah menunggu bantuan forklift berkapasitas sekitar 25 ton. Forklift tersebut didatangkan dari wilayah Cengkareng dengan harapan dapat membantu proses penarikan truk yang terperosok. Kedatangan alat berat ini diharapkan bisa menjadi solusi efektif untuk mengangkat muatan dan badan truk.
Zulkarnain menekankan pentingnya evakuasi segera demi kepentingan masyarakat. Ia berharap truk dapat segera ditarik pada malam itu juga agar dampak kemacetan tidak berlanjut. “Jika tidak cepat dievakuasi, kasihan masyarakat. Dampaknya tadi pagi sudah luar biasa. Semoga malam ini bisa kita selesaikan,” ujarnya, menunjukkan urgensi penanganan situasi ini.
Sumber: AntaraNews