Polres Jayawijaya Tangani Kasus Putusnya Jembatan Woume Wamena, Sembilan Korban Ditemukan
Kepolisian Resor Jayawijaya sedang menangani kasus tragis putusnya Jembatan Woume Wamena yang menyebabkan korban jiwa, dengan sembilan orang telah ditemukan sejauh ini.
Wamena, Papua Pegunungan – Sebuah insiden memilukan terjadi di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, di mana jembatan gantung Woume Wamena putus hingga menyebabkan sejumlah korban jiwa. Insiden ini terjadi di wilayah Wouma, Distrik Wamena Kota, memicu respons cepat dari aparat keamanan dan tim SAR setempat. Hingga saat ini, upaya pencarian korban terus dilakukan di sepanjang aliran Sungai Woume.
Peristiwa tragis ini berawal dari bentrokan antarkelompok masyarakat dari Suku Lanny dan Suku Nayak di wilayah Wouma Atas, Kampung Logonoba, pada Rabu (6/5). Puluhan warga yang berusaha menyelamatkan diri dari pertikaian tersebut melintasi jembatan gantung di atas Kali Uwe. Jembatan yang tidak mampu menahan beban banyak orang secara bersamaan akhirnya putus, menjatuhkan para warga ke sungai.
Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya, bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jayawijaya, segera meluncurkan operasi pencarian dan evakuasi. Kegiatan ini melibatkan personel gabungan serta dukungan penuh dari masyarakat setempat, menunjukkan sinergi dalam penanganan bencana.
Kronologi Insiden dan Dampak Awal
Insiden putusnya Jembatan Woume Wamena terjadi di tengah situasi genting akibat pertikaian antarsuku di Kampung Logonoba. Warga yang panik mencari perlindungan berusaha menyeberangi jembatan gantung tersebut. Akibat beban berlebih dan kondisi jembatan, struktur penyeberangan itu ambruk, menyeret puluhan orang ke derasnya arus Kali Uwe.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, mengonfirmasi bahwa hingga Minggu (10/5), sembilan korban telah berhasil ditemukan. Tiga di antaranya telah dimakamkan secara adat masyarakat Pegunungan, yaitu dengan cara dibakar. Tim terus berupaya menyisir sungai dan berkoordinasi dengan warga untuk menemukan korban lainnya.
Situasi di sekitar lokasi kejadian dilaporkan masih mencekam pasca-bentrokan, namun aparat keamanan terus berjaga untuk memastikan kondisi tetap terkendali. Sejumlah tokoh masyarakat juga telah mengimbau kedua belah pihak yang bertikai untuk menahan diri dan mengedepankan penyelesaian damai guna mencegah jatuhnya korban tambahan.
Operasi Pencarian dan Evakuasi Korban
Operasi pencarian korban putusnya Jembatan Woume Wamena dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Jayawijaya, Zabur Esomar. Tim gabungan yang terdiri dari personel Satuan Binmas Polres dan lima anggota Basarnas Jayawijaya, bersama masyarakat setempat, fokus menyusuri Sungai Woume.
Pencarian dilakukan secara intensif dari wilayah Wouma bagian atas hingga bawah, berlangsung dari pagi hingga sore hari. Selain melakukan penyisiran, petugas juga memasang tali penahan perahu di bawah lokasi jembatan. Langkah ini bertujuan untuk mendukung proses evakuasi serta mengantisipasi derasnya arus sungai yang dapat membahayakan tim pencari dan korban.
Personel gabungan dan masyarakat menemukan sejumlah korban di beberapa titik aliran Sungai Woume. Upaya pencarian terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi medan yang sulit dan arus sungai yang kuat, menunjukkan komitmen untuk mengevakuasi seluruh korban yang terdampak.
Respons Cepat dan Bantuan Kemanusiaan
Polres Jayawijaya menegaskan bahwa kegiatan pencarian ini merupakan bentuk respons cepat Polri bersama instansi terkait dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah. Kapolres Bimantara mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan korban atau membutuhkan bantuan darurat di lapangan.
Selain upaya pencarian, aparat Polres Jayawijaya juga memberikan bantuan kebutuhan bahan pokok (bapok) kepada masyarakat dan keluarga korban Jembatan Gantung Woume. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang mengalami musibah tragis tersebut.
Koordinasi yang erat antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci dalam penanganan insiden ini. Polri berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan pengamanan di wilayah tersebut, sembari melanjutkan upaya pencarian dan pemulihan pasca-kejadian.
Sumber: AntaraNews