Kronologi Jembatan Apung di Bandung Patah Saat Dilintasi Pemotor
Jembatan apung patah di bagian tengahnya, pada Jumat (23/5) malam sekitar pukul 19.30 WIB.
Jembatan apung yang jadi penghubung antara kampung Cijeruk, Bojongsoang dan Mekarsari di Kecamatan Baleendah, patah pada Jumat (23/5) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Diduga kuat, lantaran kelebihan beban.
Peristiwa ini terekam kamera salah satu warga dan viral di media sosial. Dalam tayangan yang beredar tampak sejumlah pengendara motor yang menggunakan akses jembatan itu panik.
Mereka berusaha menyelamatkan diri. Menarik diri keluar dari jembatan yang tengah padat itu.
"Awalnya memang nggak terkoordinir dari masuk jembatan mungkin terlalu banyak kendaraan yang masuk, air besar mungkin kapasitas terlalu berat," kata salah seorang saksi mata, Deden Hermawan (58) kepada awak media di lokasi kejadian.
Dia mengatakan, saat kejadian lalu lalu lintas di jembatan penghubung itu memang sedang ramai. Hal tersebut karena arus kendaraan dibikin satu jalur, sehingga pengguna jembatan dari arah Baleendah dan Bojongsoang mesti bergantian.
Kondisi jembatan yang berada di atas Sungai Citarum dan kebanyakan dibuat dari bahan kayu itu kelebihan beban. Patah di bagian tengah, dan tampak miring.
"Kayunya memang sudah patah. Patah mungkin langsung terbalik ke arah kiri," ucap Dede .
9 Motor Terjun ke Sungai
Dia menambahkan sempat ada 9 unit motor warga yang masuk ke sungai. Namun berkat gotong royong warga semuanya berhasil dievakuasi.
"Waktu kejadian, jiwa dulu diselamatkan, setelah itu baru penyelamatan motor. Motor juga sudah terendam," ucapnya.
Sempat terjadi kepanikan saat jembatan mulai roboh. Pengendara dan warga berlarian menyelamatkan diri.
"Iya banyak warga yang panik. Pada lari, semua lari, disuruh balik lagi, sudah kejadian lihat (jembatan) miring. Memang nggak langsung ambruk," jelasnya.
Kini akses jembatan tersebut pun telah ditutup sementara. Itu demi keselamatan. "Jembatan sementara ditutup, menyangkut keselamatan," tandasnya.