Polda Kalsel Siagakan Ratusan Personel dan Relawan Amankan Haul Datu Kalampayan ke-220
Kapolda Kalimantan Selatan meninjau langsung kesiapan pengamanan Haul Datu Kalampayan ke-220, mengerahkan ratusan personel, ribuan relawan, dan fasilitas lengkap demi kelancaran acara yang diperkirakan dihadiri ribuan jamaah.
Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, secara langsung meninjau kesiapan pengamanan menjelang peringatan Haul Ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keamanan dan kelancaran acara yang akan dipusatkan di Masjid Tuhfaturraghibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kabupaten Banjar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polda Kalsel untuk menjamin kenyamanan ribuan jamaah yang diperkirakan hadir.
Dalam tinjauannya, Kapolda Yudha Hermawan menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan pengamanan secara menyeluruh guna menjamin keamanan serta kelancaran seluruh rangkaian acara. “Kami telah menyiapkan pengamanan menyeluruh untuk menjamin keamanan dan kelancaran acara besok,” kata Kapolda, Rabu. Persiapan matang ini mencakup pengerahan personel gabungan dari Polda Kalsel dan Polres Banjar, serta dukungan signifikan dari ribuan relawan.
Peringatan Haul Datu Kalampayan merupakan agenda keagamaan besar yang selalu menarik perhatian banyak orang, sehingga membutuhkan koordinasi dan persiapan yang cermat. Kapolda mengimbau seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga ketertiban dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Hal ini penting agar seluruh rangkaian peringatan haul dapat berjalan dengan aman, lancar, dan khidmat sesuai harapan.
Pengamanan Berlapis dan Dukungan Personel Haul Datu Kalampayan
Untuk mengamankan Haul Datu Kalampayan ke-220, Polda Kalimantan Selatan mengerahkan total 601 personel gabungan. Jumlah ini terdiri dari 362 personel dari Polda Kalsel dan 239 personel tambahan dari Polres Banjar, yang semuanya akan ditempatkan di titik-titik strategis. Pengamanan ini bertujuan untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan dan memastikan kelancaran mobilitas jamaah di sekitar lokasi acara.
Selain kekuatan kepolisian, operasi pengamanan juga mendapat dukungan luar biasa dari sekitar 2.300 relawan. Para relawan ini berperan penting dalam membantu pengaturan arus jamaah, memberikan informasi, serta membantu dalam berbagai kebutuhan di lapangan. Kehadiran mereka menjadi pilar penting dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan selama berlangsungnya acara keagamaan ini.
Kapolda Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan menekankan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan relawan adalah kunci keberhasilan pengamanan Haul Datu Kalampayan. Penempatan personel dan relawan yang strategis diyakini mampu mengelola keramaian ribuan jamaah. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap peziarah dapat mengikuti prosesi haul dengan tenang dan aman.
Fasilitas Pendukung dan Layanan Kesehatan Jamaah
Demi kenyamanan para jamaah Haul Datu Kalampayan, Satuan Brimob Polda Kalsel menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang komprehensif. Ini termasuk dua unit Kendaraan Dapur Lapangan (Randurlap) yang mampu memproduksi 3.000 bungkus makanan siap saji gratis. Ketersediaan makanan gratis ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi para peziarah selama acara berlangsung.
Selain itu, fasilitas vital lainnya juga disiapkan, seperti tiga unit water treatment untuk penyediaan air bersih, satu unit water tank, serta satu unit kendaraan toilet. Direktorat Polairud Polda Kalsel turut menyiagakan dua unit perahu karet berkapasitas masing-masing enam orang. Perahu karet ini akan membantu mobilisasi jamaah melalui jalur sungai, memberikan alternatif transportasi dan memudahkan akses ke lokasi haul.
Aspek kesehatan juga menjadi prioritas utama dalam pengamanan Haul Datu Kalampayan. Biddokkes Polda Kalsel bersama Rumah Sakit Bhayangkara menerjunkan 40 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter umum, perawat, dan apoteker. Mereka didukung oleh dua unit ambulans dan satu unit mobil operasional Dokpol. Tim medis akan aktif melakukan patroli kesehatan berjalan kaki untuk memantau langsung kondisi kesehatan jamaah di sepanjang lokasi acara.
Pengelolaan Lalu Lintas dan Sosok Datu Kalampayan
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan memastikan kelancaran akses menuju lokasi Haul Datu Kalampayan, pihak kepolisian telah menyiapkan 13 kantong parkir. Lokasi parkir ini tersebar di beberapa titik strategis:
- Enam lokasi dari arah Pesayangan
- Tiga lokasi dari arah Sungai Tabuk
- Dua lokasi dari arah Astambul
- Dua lokasi dari arah Pasar Papan
Pengaturan ini diharapkan dapat meminimalisir kemacetan dan memudahkan jamaah menemukan tempat parkir.
Kapolda mengimbau seluruh jamaah yang hadir untuk senantiasa menjaga ketertiban dan mematuhi arahan petugas di lapangan. “Kami mengimbau seluruh jamaah agar menjaga ketertiban dan mematuhi arahan petugas di lapangan sehingga rangkaian peringatan haul Datu Kelampayan dapat berjalan aman, lancar, dan khidmat,” kata Kapolda. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan petunjuk dari aparat keamanan sangat krusial. Hal ini akan memastikan seluruh rangkaian peringatan haul Datu Kalampayan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan penuh kekhidmatan.
Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, yang dikenal sebagai Datu Kalampayan, adalah ulama besar dari Kerajaan Banjar yang lahir di Martapura, Kalimantan Selatan, pada tahun 1122 H (1710 M). Beliau wafat pada 6 Syawal 1227 Hijriah (1812 M). Tokoh agama ini terkenal sebagai pengarang kitab fikih berjudul “Sabilal Muhtadin”, yang menjadi rujukan utama bagi umat Islam bermazhab Imam Syafi'i di Asia Tenggara, bahkan menjadi referensi keilmuan di Universitas Al-Azhar Mesir serta pegangan ibadah umat Islam Syafii di seluruh dunia.
Sumber: AntaraNews