Pengamanan Sulteng Berani: Pemprov Sulteng Siapkan Ratusan Personel untuk Tasyakuran 1 Tahun
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengerahkan ratusan personel untuk pengamanan Sulteng Berani dalam acara Tasyakuran 1 Tahun program tersebut di Palu, Minggu ini, guna memastikan kelancaran dan ketertiban acara.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah menyiapkan langkah pengamanan komprehensif untuk kegiatan Tasyakuran 1 Tahun program “Sulteng Berani”. Acara ini akan dirangkaikan dengan dzikir, doa bersama, dan buka puasa bersama. Kegiatan penting ini dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan kondusif.
Acara tasyakuran ini akan dihadiri oleh unsur Forkopimda, seluruh pejabat lingkup pemerintah provinsi, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat. Tujuan utama dari pengamanan ini adalah untuk mengantisipasi lonjakan massa yang diperkirakan mencapai ribuan orang. Hal ini sekaligus menjaga ketertiban dan kelancaran jalannya seluruh rangkaian kegiatan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Sulteng, Dedi Wahyudi, menjelaskan bahwa ratusan personel telah disiagakan. Penempatan petugas difokuskan pada titik akses masuk kawasan masjid, area pembagian bantuan, dan pengaturan arus kendaraan di sekitar lokasi. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh hadirin.
Strategi Pengamanan Berlapis untuk Ribuan Peserta
Dedi Wahyudi dari Satpol PP Sulteng mengungkapkan bahwa strategi pengamanan dibagi menjadi beberapa lapis untuk mengelola keramaian secara efektif. Lapis pertama pengamanan difokuskan pada area inti kegiatan dan titik pembagian 10.000 paket sembako. Ini bertujuan untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Ring kedua pengamanan akan berkonsentrasi pada pengaturan arus keluar-masuk jamaah, mencegah penumpukan dan memastikan pergerakan yang lancar. Sementara itu, ring ketiga bertanggung jawab penuh atas pengendalian lalu lintas serta pengaturan area parkir di sekitar Masjid Raya Baitul Khairaat. Pembagian tugas ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang aman dan teratur.
“Kegiatan sosial berskala besar seperti ini membutuhkan manajemen keramaian yang terukur,” ujar Dedi Wahyudi. Ia menambahkan bahwa personel sudah dibagi sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing, memastikan setiap aspek pengamanan tertangani dengan baik. Pendekatan terstruktur ini sangat penting mengingat potensi kehadiran ribuan masyarakat.
Pendekatan Humanis dalam Pengamanan Kegiatan Keagamaan
Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Farid Rifai Yotolemba, menekankan pentingnya mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam pelaksanaan pengamanan. Terlebih lagi, kegiatan tasyakuran ini memiliki sifat keagamaan dan sosial yang kental. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga suasana khidmat ibadah dan kenyamanan seluruh masyarakat yang hadir.
Farid menegaskan bahwa pengamanan harus selalu mengedepankan pelayanan optimal kepada masyarakat. Ia meminta agar pembagian bantuan berjalan tertib, tanpa terjadi penumpukan massa yang dapat mengganggu kelancaran acara. Prioritas utama adalah memastikan setiap warga yang berhak menerima bantuan dapat memperolehnya dengan aman dan nyaman.
Tasyakuran satu tahun program “Sulteng Berani” tidak hanya menjadi momentum refleksi kinerja pemerintah daerah, tetapi juga wujud kepedulian sosial. Melalui pembagian 10.000 paket sembako, Pemprov Sulteng berharap dapat meringankan beban masyarakat. Farid mengharapkan seluruh rangkaian acara berlangsung lancar, aman, dan khidmat, sekaligus menjadi simbol kepedulian nyata kepada warga yang membutuhkan.
Sumber: AntaraNews