Polda Kalsel Minta BKO Mabes Polri Amankan Haul Ke-21 Guru Sekumpul, Siapkan Pengamanan Maksimal

Polda Kalsel mengajukan permintaan BKO dari Mabes Polri untuk pengamanan Haul Ke-21 Guru Sekumpul. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran dan keamanan jutaan jemaah yang diperkirakan hadir.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Kalsel Minta BKO Mabes Polri Amankan Haul Ke-21 Guru Sekumpul, Siapkan Pengamanan Maksimal
Polda Kalimantan Selatan meminta bantuan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Mabes Polri dan Polda Kalteng untuk mengamankan Haul Ke-21 Guru Sekumpul yang diperkirakan dihadiri jutaan jamaah. (AntaraNews)

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) secara resmi telah meminta bantuan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Mabes Polri. Permintaan ini diajukan untuk mengamankan pelaksanaan Haul Ke-21 Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul. Acara keagamaan akbar ini diperkirakan jatuh pada akhir Desember 2025, tepatnya 5 Rajab 1447 Hijriah.

Kepala Polda Kalimantan Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan, menyatakan bahwa pihaknya memohon sekitar 300 personel tambahan. "Perkiraan ada sekitar 300 personel kami mintakan ke Mabes Polri," kata Yudha di Banjarbaru, Minggu. Selain itu, Polda Kalsel juga berencana meminta bantuan personel dari Polda Kalimantan Tengah.

Dengan tambahan personel tersebut, pengamanan diharapkan bisa lebih optimal dalam melayani jutaan jemaah. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, komando pengamanan Haul Guru Sekumpul kali ini sepenuhnya diambil alih Polda Kalsel. Sebanyak 13 polres jajaran, termasuk Polres Banjar, akan bertindak sebagai BKO sesuai kebutuhan Polda Kalsel nantinya.

Polda Kalimantan Selatan secara proaktif telah mengajukan permintaan bantuan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Mabes Polri. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan Haul Ke-21 Guru Sekumpul. Acara keagamaan akbar ini diperkirakan akan menarik jutaan jemaah dari berbagai penjuru.

Kepala Polda Kalimantan Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan, menyatakan bahwa pihaknya memohon sekitar 300 personel tambahan dari Mabes Polri. "Perkiraan ada sekitar 300 personel kami mintakan ke Mabes Polri," kata Yudha di Banjarbaru, Minggu. Koordinasi ini penting untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung.

Selain dukungan dari Mabes Polri, Polda Kalsel juga merencanakan permintaan bantuan personel dari Polda Kalimantan Tengah. Penambahan kekuatan personel ini bertujuan agar pengamanan dapat berjalan lebih optimal. Dengan demikian, pelayanan maksimal bisa diberikan kepada seluruh jemaah yang hadir di Kota Martapura, Kabupaten Banjar.

Perubahan signifikan terjadi pada komando pengamanan Haul Guru Sekumpul tahun ini. Jika sebelumnya diserahkan kepada Polres Banjar, kini sepenuhnya diambil alih oleh Polda Kalsel. Sebanyak 13 polres jajaran, termasuk Polres Banjar, akan berfungsi sebagai BKO sesuai arahan dan kebutuhan Polda Kalsel.

Pengamanan Haul Guru Sekumpul tidak hanya terfokus pada pusat kegiatan di kawasan Sekumpul, Kota Martapura. Anggota Polri juga akan memastikan kelancaran arus kendaraan jemaah yang datang dari berbagai arah menuju Martapura. Pengaturan lalu lintas menjadi prioritas utama untuk menghindari kemacetan.

Kapolda Yudha menjelaskan bahwa pada Haul ke-20 lalu, sekitar 1.500 personel dikerahkan untuk mengamankan tiga juta lebih jemaah. Pengalaman ini menjadi acuan untuk Haul Ke-21 agar pengamanan lebih terencana dan efektif. Kesiapan personel sangat krusial dalam menghadapi keramaian tersebut.

Tidak hanya jalur darat, jalur sungai yang biasanya ramai juga menjadi perhatian khusus. "Termasuk jalur sungai biasanya juga ramai. Ini menjadi tugas Direktorat Polairud dan jajaran mengamankan jalur perairan," tambahnya. Pengamanan di perairan memastikan keselamatan jemaah yang memilih jalur air.

Kapolda menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dari semua pihak. Sinergi ini mencakup dukungan kamtibmas dalam pelaksanaan Haul Guru Sekumpul, termasuk peran aktif jemaah. Jemaah diharapkan selalu mematuhi petunjuk dan arahan petugas serta relawan, baik saat berangkat maupun kembali ke daerah masing-masing.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi