Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) tengah mematangkan persiapan pengamanan untuk peringatan Haul Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua ke-58. Kegiatan keagamaan akbar ini diperkirakan akan menarik sekitar 75.000 jamaah dari berbagai penjuru Indonesia ke Kota Palu.
Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Endi Sutendi menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam mendukung kelancaran acara tahunan ini. Pengamanan terpadu melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta unsur pengamanan internal panitia.
Rangkaian acara Haul Guru Tua ke-58 akan dimulai dengan Festival Raudhah pada 28 hingga 30 Maret 2026. Selanjutnya, kegiatan Raudhah berupa doa, tahlil, dan yasin akan dilaksanakan pada 31 Maret 2026, dengan puncaknya dijadwalkan berlangsung pada 1 April 2026 sebelum Salat Dzuhur.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pengamanan Terpadu dan Antisipasi Kerawanan
Irjen Pol Endi Sutendi menjelaskan bahwa strategi pengamanan akan dibagi dalam beberapa ring untuk mengantisipasi potensi kerawanan. Fokus utama adalah kepadatan massa, pencurian kendaraan, serta potensi gangguan Kamtibmas lainnya yang mungkin timbul.
Koordinasi intensif telah dilakukan melalui rapat koordinasi pengamanan, bertujuan untuk menyamakan persepsi antarinstansi terkait. Langkah ini krusial demi memastikan pelaksanaan Haul Guru Tua ke-58 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono menambahkan bahwa rapat koordinasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi antarinstansi. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan suasana kondusif selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di Palu.
Advertisement
Advertisement
Rekayasa Lalu Lintas dan Penyediaan Fasilitas Publik
Selain aspek keamanan, Polda Sulteng juga menekankan pentingnya rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Sejumlah ruas jalan akan diatur dan dialihkan untuk mengantisipasi kemacetan parah akibat lonjakan kendaraan.
Panitia bersama instansi terkait diimbau untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengaturan lalu lintas ini melalui berbagai media. Penyediaan kantong-kantong parkir yang memadai juga menjadi prioritas agar arus lalu lintas tetap terkelola dengan baik.
Kapolda juga meminta penyediaan fasilitas pendukung yang lengkap bagi jamaah, termasuk posko kesehatan, ambulans di berbagai titik, toilet umum, tempat sampah, serta area parkir yang memadai. Fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas juga harus disediakan agar seluruh jamaah dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.
Advertisement
Advertisement
Penataan Area dan Makna Kebersamaan Haul Guru Tua
Untuk pengaturan teknis di lapangan, panitia diminta menata area kegiatan secara cermat, meliputi panggung utama, jalur VIP dan VVIP, serta area khusus bagi pelaku UMKM.
Distribusi makanan bagi jamaah juga harus diatur secara terencana guna menghindari penumpukan massa yang tidak perlu. Selain itu, simulasi atau gladi lapangan perlu dilakukan sebelum kegiatan berlangsung guna memastikan kesiapan personel dan teknis pelaksanaan.
Irjen Pol Endi Sutendi menegaskan bahwa Haul Guru Tua bukan hanya sekadar kegiatan keagamaan, melainkan momentum penting untuk memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk merasa memiliki, menjaga, serta mengambil berkah dari kegiatan ini, meneladani ketokohan Guru Tua.
Advertisement
Sumber: AntaraNews