Kisah Christina Jones: Kena PHK di Usia 56 Tahun, Rela Jual Rumah dan Turun Gaji Demi Bertahan Hidup

Di usianya yang telah menginjak 56 tahun, Christina mulai sadar bahwa faktor umur menjadi ganjalan besar di pasar kerja modern.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Kisah Christina Jones: Kena PHK di Usia 56 Tahun, Rela Jual Rumah dan Turun Gaji Demi Bertahan Hidup
<p>Ilustrasi Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK. Foto: Freepik/master1305</p>

Bagi Christina Jones, dunia korporat yang kejam bukanlah hal asing. Jadi, ketika dirinya terkena badai PHK setelah 15 tahun mengabdi sebagai business analyst, ia tidak terlalu terkejut. Namun, yang sama sekali tidak ia duga adalah betapa sulit dan lamanya waktu yang harus ia tempuh untuk bisa mendapatkan pekerjaan baru.

Mengutip laman CNBC, Selasa (14/7), bulan demi bulan berlalu diisi dengan rentetan wawancara kerja. Sialnya, tidak ada satu pun yang membuahkan hasil. Di usianya yang telah menginjak 56 tahun, Christina mulai sadar bahwa faktor umur menjadi ganjalan besar di pasar kerja modern.

Demi menyambung hidup, ia akhirnya terpaksa mengambil pekerjaan di luar bidang keahliannya dengan konsekuensi pahit, gajinya dipotong drastis hingga lebih dari 50 persen. Imbas dari penurunan pendapatan ini, Christina dan suaminya harus merelakan rumah mereka untuk dijual dan memangkas berbagai fasilitas serta hobi yang biasa mereka nikmati. Gaya hidup mereka berubah total.

Di dalam hatinya, ada rasa marah yang berkecamuk. Namun, rasa takut akan masa depan jauh lebih besar. Ketakutan itulah yang justru membakar semangatnya untuk tidak menyerah berburu peluang di bidang keahlian aslinya, yaitu dibidang kesehatan.

Titik Balik di Ruang Rawat Rumah Sakit

Badai PHK Masih Berlanjut, Apa Dampak Kenaikan PPN 12% Bagi Kalangan Menengah ke Bawah?
Ilustrasi pendapatan masyarakat. (c) stioss/Depositphotos.com

Titik balik perjuangan Christina terjadi pada Oktober 2025. Saat sedang menjaga ibunya yang dirawat di rumah sakit, wanita asal Philadelphia ini sempat mencurahkan isi hatinya kepada para perawat tentang sulitnya mencari kerja. Tak disangka, mereka justru menyarankan Christina untuk melamar di rumah sakit tersebut.

Christina mencoba peruntungan itu. Ia akhirnya diterima sebagai patient safety associate (staf keselamatan pasien). Meski hatinya masih terpaut pada dunia IT dan gaji di posisi baru ini jauh lebih kecil dari pekerjaan masa lalunya, Christina tetap mengambil kesempatan tersebut dengan penuh rasa syukur.

Hingga saat ini, Christina masih melakoni pekerjaan tersebut sembari terus mengirimkan lamaran untuk bisa kembali ke industri IT yang dicintainya.

Pesan untuk Angkatan Kerja Berusia Kepala Lima

Melewati fase transisi karier di usia senja tentu dipenuhi dengan momen ragu, cemas, dan khawatir. Namun, Christina berhasil membuktikan bahwa roda kehidupan harus tetap berputar.

Kepada orang-orang yang senasib dengannya, mereka yang berjuang mencari kerja di usia 50-an. Christina membagikan sebuah pesan bijak.

"Jika belum bisa kembali ke karier utama Anda, carilah pekerjaan lain yang setidaknya bisa membawa kebahagiaan bagi orang lain untuk sementara waktu. Membuat hidup orang lain lebih baik ternyata membuat perasaan kita jauh lebih tenang."

Bagi Christina, usia berkepala lima bukanlah garis akhir dari sebuah perjalanan. "Jangan menyerah, tetap positif, dan fokus pada langkah berikutnya. Setiap hari akan terasa lebih baik. Perjalanan Anda belum berakhir," pungkasnya.

Reporter Magang: Hanan Mahira Amani

Rekomendasi