Duka Haul Guru Sekumpul ke-21: Dua Jamaah Meninggal Dunia, Kapolda Kalsel Pastikan Situasi Aman

Dua jamaah Haul Guru Sekumpul ke-21 di Martapura dilaporkan meninggal dunia karena sakit, namun Kapolda Kalsel memastikan situasi tetap aman terkendali dan pelayanan kesehatan terus ditingkatkan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Duka Haul Guru Sekumpul ke-21: Dua Jamaah Meninggal Dunia, Kapolda Kalsel Pastikan Situasi Aman
Dua jamaah Haul Guru Sekumpul ke-21 di Martapura dilaporkan meninggal dunia karena sakit, namun Kapolda Kalsel memastikan situasi tetap aman terkendali dan pelayanan kesehatan terus ditingkatkan. (AntaraNews)

Martapura, Kalimantan Selatan – Kabar duka menyelimuti pelaksanaan pengajian rutin 5 Rajab 1447 Hijriah atau Haul ke-21 Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, yang lebih dikenal sebagai Guru Sekumpul, di Martapura, Kabupaten Banjar. Dua orang jamaah dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti rangkaian acara keagamaan akbar ini. Peristiwa ini terjadi di tengah antusiasme jutaan jamaah yang memadati kawasan Sekumpul.

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, secara langsung membenarkan informasi mengenai korban jiwa tersebut pada Sabtu, 27 Desember 2025. Beliau menyatakan bahwa laporan tentang meninggalnya dua jamaah telah diterima dan segera ditindaklanjuti. Kedua jenazah telah dijemput oleh pihak keluarga untuk proses pemakaman, menunjukkan penanganan cepat atas insiden tersebut.

Meskipun demikian, Kapolda Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan bahwa situasi di kawasan Sekumpul dan sekitarnya tetap aman serta terkendali sepenuhnya. Pihak kepolisian bersama instansi terkait terus berupaya maksimal dalam menjaga ketertiban dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah yang hadir. Fokus utama adalah memastikan kelancaran acara dan keselamatan setiap individu.

Pengamanan dan Pelayanan Kesehatan Intensif Haul Guru Sekumpul

Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memastikan bahwa pengamanan dan pelayanan kesehatan bagi jamaah Haul Guru Sekumpul terus diperkuat di berbagai titik strategis. Petugas dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Kalsel tidak hanya bersiaga di posko kesehatan, tetapi juga aktif melakukan patroli keliling secara jemput bola. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pertolongan pertama secara cepat kepada jamaah yang membutuhkan bantuan medis.

Kapolda juga memberikan instruksi khusus agar ketersediaan obat-obatan dan tabung oksigen dipastikan mencukupi di seluruh pos pelayanan. “Pastikan ketersediaan obat-obatan dan juga tabung oksigen, pertolongan pertama ini sangat berguna mencegah fatalitas dari setiap terjadinya keluhan sakit,” jelasnya. Penekanan pada kesiapan pertolongan pertama ini sangat krusial untuk mencegah fatalitas dari setiap keluhan sakit yang mungkin timbul di tengah keramaian. Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen aparat dalam menjaga kesehatan jamaah.

Untuk mendukung kelancaran dan keamanan acara yang dihadiri jutaan orang ini, Polda Kalsel menggelar Operasi Kewilayahan dengan sandi "Sekumpul Intan 2025". Operasi besar ini melibatkan total 3.099 personel kepolisian. Selain itu, upaya pengamanan diperkuat dengan bantuan 600 prajurit TNI, 1.500 petugas dari berbagai instansi pemerintah daerah, serta dukungan luar biasa dari 42.000 relawan yang tersebar di seluruh area.

Antusiasme Jutaan Jamaah Peringatan Haul Guru Sekumpul

Antusiasme jamaah untuk mengikuti pengajian rutin dan puncak Haul Guru Sekumpul ke-21 sangat tinggi, terlihat dari kedatangan mereka yang sudah dimulai sejak Jumat, 16 Desember 2025. Puncak acara Haul sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada Minggu, 28 Desember 2025. Kawasan Sekumpul, pusat Kota Martapura, telah dipadati oleh lautan manusia dari berbagai penjuru, menunjukkan kecintaan mereka kepada almarhum Guru Sekumpul.

Jumlah jamaah yang hadir pada peringatan Haul Guru Sekumpul selalu menjadi sorotan karena skalanya yang masif. Pada Haul ke-20 yang dilaksanakan pada 5 Januari 2025 lalu, data dari provider telepon seluler aktif menunjukkan bahwa jumlah jamaah yang hadir mencapai lebih dari tiga juta orang. Angka ini diperkirakan akan kembali terulang atau bahkan terlampaui pada pelaksanaan Haul ke-21 tahun ini.

Kehadiran jutaan jamaah ini menjadi tantangan tersendiri bagi aparat keamanan dan tim medis dalam memastikan semua berjalan lancar dan aman. Koordinasi yang erat antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan relawan menjadi kunci sukses penyelenggaraan acara keagamaan berskala nasional ini. Semua pihak bekerja sama untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para peziarah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi