Polda Sultra Siagakan 1.200 Personel, Jamin Pengamanan Ramadan di Sulawesi Tenggara

Polda Sultra menyiagakan 1.200 personel gabungan untuk memastikan Pengamanan Ramadan 1447 H/2026 M berjalan kondusif di Sulawesi Tenggara. Simak detail strategi pengamanan dan potensi gangguan yang diantisipasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Sultra Siagakan 1.200 Personel, Jamin Pengamanan Ramadan di Sulawesi Tenggara
Polda Sultra menyiagakan 1.200 personel gabungan untuk memastikan Pengamanan Ramadan 1447 H/2026 M berjalan kondusif di Sulawesi Tenggara. Simak detail strategi pengamanan dan potensi gangguan yang diantisipasi. (AntaraNews)

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menyiagakan 1.200 personel gabungan guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kesiapsiagaan ini merupakan langkah konkret untuk menciptakan suasana kondusif bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa di seluruh wilayah Sultra.

Apel siaga yang melibatkan unsur TNI, Pemerintah Daerah, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga komunitas mitra kamtibmas ini dipimpin langsung oleh Kepala Polda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko di Kendari pada Jumat (20/2). Kegiatan ini menandai dimulainya operasi pengamanan terpadu menjelang dan selama bulan Ramadan.

Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menegaskan bahwa bulan Ramadan memiliki potensi kerawanan tersendiri, sehingga dibutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan. Upaya ini diharapkan dapat memastikan seluruh masyarakat di Sulawesi Tenggara dapat beribadah dengan khusyuk tanpa rasa khawatir.

Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menekankan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi Polri semata, melainkan tugas kolektif seluruh elemen lapisan masyarakat. Terlebih lagi, momentum Ramadan sebagai ibadah besar umat Islam memerlukan perhatian khusus dari semua pihak.

“Ini didasari bahwa kamtibmas bukan hanya tanggung jawab Polri saja, tapi seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama menjaga situasi, khususnya di bulan Ramadan,” kata Didik Widjanarko saat memimpin apel siaga di Kendari. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, ormas, dan komunitas mitra kamtibmas menjadi kunci dalam menghadapi berbagai potensi gangguan. Kehadiran personel gabungan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepercayaan diri bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan dan sosial selama bulan puasa.

Polda Sultra telah memetakan beberapa potensi gangguan keamanan yang menjadi atensi khusus selama bulan puasa. Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menjelaskan bahwa potensi kerawanan tersebut meliputi aksi perkelahian atau tawuran, tindak pidana pencurian, kemacetan arus lalu lintas, hingga aktivitas balapan liar kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pola pengamanan akan dilakukan secara fleksibel dan adaptif, mengikuti dinamika sosial masyarakat yang cenderung berubah selama Ramadan. Peningkatan aktivitas di masjid pada malam hari untuk ibadah tarawih, serta pusat-pusat keramaian menjelang berbuka puasa, menjadi fokus perhatian utama.

Strategi adaptif ini bertujuan untuk menyesuaikan penempatan dan jenis patroli sesuai dengan waktu dan lokasi yang memiliki tingkat keramaian tinggi. Dengan demikian, kehadiran aparat keamanan dapat lebih efektif dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas dan menjaga ketertiban umum di berbagai titik.

Sebanyak 1.200 personel gabungan tersebut akan disebar ke sejumlah titik rawan dan pusat kegiatan masyarakat di seluruh Sulawesi Tenggara. Penempatan ini dirancang untuk mencakup area-area strategis yang membutuhkan pengawasan ekstra selama periode Ramadan.

Para personel akan terus disiagakan untuk melakukan patroli intensif serta pengamanan melekat hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri mendatang. Keberadaan mereka diharapkan dapat meminimalisir peluang terjadinya gangguan keamanan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas.

“Melalui kesiapsiagaan ini, kami berharap seluruh masyarakat di Sulawesi Tenggara dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk tanpa rasa khawatir akan gangguan keamanan di lingkungan mereka,” tambah Didik Widjanarko. Komitmen ini menegaskan prioritas Polda Sultra dalam menciptakan rasa aman bagi seluruh warga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi