PLN Fokus Perbaikan Tower di Bireuen, Targetkan Pemulihan Listrik Aceh Pasca Banjir
Dirut PLN Darmawan Prasodjo menegaskan Bireuen menjadi titik fokus utama perbaikan tower PLN yang rubuh akibat banjir Aceh, demi pemulihan listrik segera.
Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan Kabupaten Bireuen menjadi titik fokus utama perbaikan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang rubuh. Langkah ini diambil menyusul insiden 12 tower SUTT 150 kV yang tumbang akibat banjir dan angin kencang di Aceh. Peristiwa tersebut menyebabkan terhentinya pasokan listrik dan pemadaman di sebagian wilayah.
Banjir dan angin kencang yang terjadi dari Bireuen hingga Aceh Timur mengakibatkan kerusakan signifikan pada infrastruktur kelistrikan. Enam dari dua belas tower yang rubuh berada di Bireuen, menjadikannya episentrum perbaikan kelistrikan di Aceh. Pemadaman listrik meluas karena pembangkit di Nagan Raya belum dapat beroperasi sebelum jaringan utama dipulihkan.
Menanggapi situasi darurat ini, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas untuk mengerahkan seluruh sumber daya guna mempercepat pemulihan pascabencana. PLN bergerak cepat dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk TNI AU, TNI AD, dan Polda Aceh, untuk memastikan pemulihan kelistrikan dapat segera terlaksana.
Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Pemulihan
Dalam upaya pemulihan kelistrikan di Aceh, PLN menghadapi tantangan besar, terutama dalam menjangkau lokasi tower yang rubuh. Namun, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan. "Alhamdulillah untuk pemulihan kelistrikan Aceh yang terdampak bencana, kami mendapat dukungan dari semua pihak terutama dari TNI AU yang menyediakan Hercules untuk mengangkut material tower darurat yang akan di pasang untuk mempercepat pemulihan kelistrikan Aceh," kata Darmawan Prasodjo.
Material sebanyak tujuh tower darurat telah berhasil didatangkan ke Aceh menggunakan dua unit pesawat Hercules milik TNI AU. Dukungan ini sangat vital mengingat skala kerusakan dan kebutuhan material yang mendesak. Pengiriman material ini menjadi langkah awal yang krusial dalam proses perbaikan.
Selain TNI AU, PLN juga mendapat bantuan signifikan dari TNI AD dan Polda Aceh. Bantuan tersebut meliputi pengangkutan logistik dan pergerakan personel ke lokasi pemulihan yang sulit dijangkau. Sinergi antara PLN dan aparat keamanan ini mempercepat respons dan efisiensi dalam penanganan bencana.
Mengingat beberapa lokasi perbaikan belum bisa dijangkau dengan jalur darat, material tersebut akan segera diangkut menggunakan helikopter. Metode ini diharapkan dapat mengatasi kendala geografis dan mempercepat pemasangan tower darurat, khususnya di area-area terpencil yang terdampak parah.
Tantangan dan Komitmen Pemulihan Listrik Bireuen
Kabupaten Bireuen menjadi area paling kritis dengan enam unit tower yang rubuh, menjadikannya prioritas utama dalam perbaikan. Kondisi ini menuntut fokus dan sumber daya yang besar dari tim PLN. Meskipun sulit, PLN berkomitmen penuh untuk mengatasi tantangan ini demi kepentingan masyarakat Aceh.
Pihak PLN membutuhkan waktu beberapa hari ke depan untuk melakukan mobilisasi material dan pemasangan tower darurat, khususnya di jalur Bireuen. Proses ini melibatkan perencanaan matang dan eksekusi cepat untuk meminimalkan durasi pemadaman listrik. Setiap langkah diambil dengan cermat untuk memastikan keamanan dan efektivitas.
Darmawan Prasodjo menegaskan komitmen perusahaannya. "Kami bertekad dengan seluruh tim PLN dan semua komponen serta masyarakat untuk melakukan pemulihan sehingga Aceh bisa kembali normal," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan PLN dalam mengembalikan kondisi kelistrikan seperti semula.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf turut mengapresiasi komitmen PLN Aceh dalam pemulihan kelistrikan yang terdampak bencana. Apresiasi ini menjadi dorongan moral bagi seluruh tim yang bertugas di lapangan. Kehadiran Pangdam IM, Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, dan Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, serta General Manager PLN UID Aceh Eddi Saputra, dalam apel siaga menunjukkan dukungan penuh dari berbagai pihak.
Sumber: AntaraNews