Menteri ESDM Jamin Pemulihan Listrik Aceh Rampung Hari Ini, Presiden Prabowo Pantau Langsung
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa Pemulihan Listrik Aceh pasca banjir dan longsor ditargetkan selesai hari ini, Minggu (7/12).
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima laporan langsung mengenai progres Pemulihan Listrik Aceh dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Laporan ini disampaikan saat Presiden meninjau langsung lokasi pemasangan jembatan Bailey di Desa Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Minggu (7/12).
Menteri Bahlil memastikan bahwa pasokan listrik di Provinsi Aceh yang sempat terganggu akibat banjir dan tanah longsor akan kembali normal sepenuhnya pada Minggu malam ini. Target ambisius ini diharapkan dapat segera mengembalikan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Kunjungan dan pemantauan langsung oleh Presiden Prabowo menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat Pemulihan Listrik Aceh serta penanganan dampak bencana alam. Fokus utama adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi setelah musibah yang melanda.
Pemantauan Langsung dan Jaminan Menteri ESDM
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara langsung menanyakan kepada Menteri Bahlil Lahadalia mengenai status Pemulihan Listrik Aceh. "Sudah pulih listriknya?" tanya Presiden, yang dijawab lugas oleh Menteri ESDM, "Malam ini, Bapak Presiden. Malam ini pulih sepenuhnya."
Menurut keterangan Menteri Bahlil, setidaknya 93 persen wilayah di Aceh yang terdampak parah oleh banjir dan tanah longsor sejak pekan lalu akan kembali mendapatkan pasokan listrik. Angka ini menunjukkan progres signifikan dalam upaya Pemulihan Listrik Aceh.
Upaya percepatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo pada Sabtu (6/12) yang meminta jajaran pemerintah untuk memastikan Pemulihan Listrik Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat rampung paling lambat Minggu malam. Instruksi ini disampaikan dalam rapat bersama para menteri, CEO PLN Darmawan Prasodjo, dan kepala lembaga terkait.
Instruksi Presiden dan Kondisi Wilayah Lain
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo telah memberikan instruksi tegas. "Presiden menginstruksikan agar pasokan listrik harus pulih sepenuhnya paling lambat Minggu malam," ujar Teddy, mengutip arahan Presiden saat pertemuan di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor.
Teddy juga menjelaskan bahwa pasokan listrik di Sumatra Barat hampir sepenuhnya pulih. Namun, beberapa area di Sumatra Utara, seperti Kabupaten Langkat dan Tapanuli, serta sebagian wilayah Aceh, masih terputus dari jaringan listrik akibat bencana. Kondisi ini menjadi fokus utama dalam upaya Pemulihan Listrik Aceh dan sekitarnya.
Pemerintah terus berkoordinasi dengan PLN dan pihak terkait untuk memastikan Pemulihan Listrik Aceh dan wilayah lain berjalan lancar. Prioritas utama adalah keselamatan warga dan pemulihan infrastruktur vital.
Dampak Bencana dan Urgensi Pemulihan
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejak pekan lalu telah menyebabkan dampak yang sangat besar. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 7 Desember mencatat 940 orang meninggal dunia, 276 orang hilang, dan lebih dari 3 juta penduduk terdampak.
Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan ribuan orang luka-luka dan kerusakan infrastruktur yang meluas. BNPB melaporkan bahwa lebih dari 105.900 rumah, sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan lebih dari 400 jembatan mengalami kerusakan atau hancur di 52 kabupaten dan kota.
Mengingat skala kerusakan dan jumlah korban, Pemulihan Listrik Aceh menjadi sangat krusial untuk mendukung upaya tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Ketersediaan listrik akan memperlancar komunikasi, operasional fasilitas kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sumber: AntaraNews